Sejumlah Media Mendatangi Polsek Maesa Kota Bitung Menklafirikasi Terkait Pemberitaan Di Media Online Yang Di Muat Salah Satu Jurnlis Bitung Tangapan Kapolsek Maesa Akp.Ferry Padama Kepada Wartawan Media Starbpknews.id Itu Tidak Betul Berita Yang Di Tanyakan Di Media Inanews.co.id Tidak Akurat Dan Tidak Detail”

BITUNG,Starbpknews.id – SULUT ,Pada Hari Jumat (18/7/2025) Siang Hari
Tim Investigasi Dari Bebepa Media Mendatangi Kantor Kepolisian Sulawesi Utara Polsek Maesa Kota Bitung Untuk Menklarifikasi,Terkait Yang Di Beritakan Oleh Salah Satu Media Online (Inanews.co.id) Dengan Prihal Sebagai Berikut,

Skandal Kapolsek Maesa, Diduga Jadi Backingan Bongkar Muat Pasir Ilegal, Suap Wartawan Demi Bungkam Berita

Ironisnya, bukan preman atau mafia yang berada di balik layar, melainkan sosok penegak hukum sendiri, Kapolsek Maesa, Ferry Padama diduga kuat terlibat dalam praktik bongkar muat pasir ilegal dan menyuap wartawan agar aktifitas tersebut tidak mencuat ke publik, Selasa 15 Juli 2025.

Informasi dari lapangan menyebutkan, pada Jumat, 18 Juli 2025, akan dilakukan aktifitas bongkar muat pasir skala besar di perairan Bitung.

Pasir tersebut berasal dari galian-galian liar tanpa izin, lalu diangkut dengan dump truk dan dimuat ke kapal tongkang untuk dikirim keluar provinsi.

Tak ada dokumen resmi, tak ada izin lingkungan, murni aktivitas ilegal yang terang-terangan dilindungi.

Lebih parahnya, Kapolsek diduga tidak hanya mengetahui tapi ikut bermain langsung.

Untuk mengamankan jalannya kejahatan tambang ini, ia disebut membagikan “uang koordinasi” sebesar Rp200 ribu per wartawan.

Seorang jurnalis yang diwawancarai mengaku menerima uang tersebut di Mako Polsek Maesa, langsung dari tangan sang Kapolsek. Modusnya dibungkus rapi dengan istilah “kemitraan”, namun faktanya tak lebih dari suap murahan agar berita tak tayang.

“Kami diarahkan ke kantor Polsek, ambil uang sambil sebut nama dan media tempat kerja. Disuruh bungkam, jangan angkat berita tambang. Semua wartawan dikasih rata.” ungkap sumber media ini, yang meminta namanya dirahasiakan.

Kapolsek Maesa ungkapkan secara terang-terangan mengakui perbuatannya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp:

“Pak, nanti hari Jumat saja yah, boleh, soalnya tadi sudah habis dibagi sama teman-teman wartawan. Jumat itu uang pulsa… Ok?,” Jawab Kapolsek Maesa.

Polisi yang seharusnya menindak kejahatan tambang justru berubah menjadi pelindung dan pemain.

Atas skandal ini, publik mendesak PROPAM Polda Sulut untuk tidak tutup mata. Pemeriksaan dan pencopotan jabatan adalah harga mati.

 

Dan Kami Sudah Pertanyakan Kepada Bpk Kapolsek Maesa Akp.ferry Padama Apakah Betul Dengan Apa Yang Telah Di Beritakan Oleh Media (Inanews.co.id)

Kapolsek Maesa Bpk Ferry Padama Memberikan Tangapan Kepada Beberapa, Jurnalis Investigasi Michael Hontong Bahwa Berita Yang Di Muat Itu Tidak Benar Dan Tidak Akurat,

Tambah Kapolsek Maesa, Saya Tidak Pernah Melakukan Pembekapan Yang Barkaitan Dengan Ilegal Saya Juga Tidak Perna Berkaitan Dengan Namanya Bisnis Ilegal Tersebut Selama Saya Bertugas Di Polres Bitung Polsek Maesa Kota Bitung Jika Saya Memang Terbukti Saya Siap Di Panggil Oleh Propam Polda Sulut Jika Memang Terbukti Bpk Kapolsek Maesa Akp.Ferry Padama Membeckap Kegiatan Ini Maka Saya Siap Di Panggil Dan Di Periksa Oleh Propam Sulut, Ungkap Kapolsek Maesa Ferry Padama Kepada jurnalis Investigasi Michael Hontong’

Setelah Kami Beranjak Dari Kantor Polsek Maesa Kota Bitung Kami Tim Inevestigasi Menuju Ke Pulau Lembeh Temapat Nya Kelurahan Papusungan lingk. IV Kecamatan Lembeh Selatan Kami Tim Investigasi Langsung

Mencari Kepastian Informasi Tentang Lokasi Tersebut Dan Kami Mengumpulkan Beberapa Informasi Dan Tangapan Dari Masyarakat Serta Para Tukang Kerja Di Dalam Dok Tersebut

Sampai Nya Kami Tim Inveatigasi Di Pulau Lembeh Tempat Nya
Kel…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *