Menggali Keutamaan Surat Al-Ikhlas: Tausiyah Subuh di Masjid Ar-Rahman Sei Beringin

Tembilahan, starbpknews.id.14 September 2025 — Suasana Masjid Ar-Rahman Sei Beringin pada Ahad pagi terasa begitu khidmat. Usai sholat Subuh berjamaah, jamaah tidak langsung beranjak pulang, melainkan tetap duduk menyimak tausiyah agama yang dibawakan oleh Ustaz Safrizal, S.Ag. Pada kesempatan kali ini, beliau mengangkat tema yang sederhana namun sarat makna, yakni “Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas.”

Dalam ceramahnya, Ustaz Safrizal menjelaskan bahwa Surat Al-Ikhlas merupakan salah satu surat pendek yang memiliki kedudukan istimewa dalam Al-Qur’an. Meskipun hanya terdiri dari empat ayat, kandungannya menegaskan keesaan Allah SWT, menolak segala bentuk syirik, serta menanamkan tauhid yang murni di dalam hati seorang Muslim.

“Rasulullah SAW menyebutkan bahwa membaca surat Al-Ikhlas satu kali sama nilainya dengan membaca sepertiga Al-Qur’an. Ini menunjukkan betapa besarnya kandungan makna di dalam surat yang singkat ini,” ungkap beliau.

Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa surat Al-Ikhlas memiliki keutamaan sebagai doa perlindungan. Rasulullah SAW mengajarkan untuk membacanya bersama surat Al-Falaq dan An-Nas, yang dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain, sebagai benteng dari segala bentuk keburukan.

Jamaah tampak menyimak dengan penuh perhatian. Menurut Ustaz Safrizal, seorang Muslim yang benar-benar memahami makna surat Al-Ikhlas akan senantiasa menjaga ketulusan ibadahnya, menjauhi sifat sombong, dan hanya bergantung kepada Allah SWT. “Inti dari surat ini adalah keikhlasan. Ikhlas dalam beribadah, ikhlas dalam beramal, dan ikhlas dalam berserah diri,” tambahnya.

Beliau juga mendorong jamaah untuk membiasakan membaca surat Al-Ikhlas dalam berbagai kesempatan, baik setelah sholat, sebelum tidur, maupun ketika memohon perlindungan. Amalan sederhana ini, lanjut beliau, dapat menjadi tabungan pahala yang besar serta penguat keimanan, bahkan sejak usia dini jika diajarkan kepada anak-anak.

Tausiyah yang berlangsung sekitar setengah jam itu ditutup dengan doa bersama. Ustaz Safrizal memimpin doa:

> اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الإِخْلاَصِ فِي العَمَلِ، وَالْقَبُولِ عِنْدَكَ يَوْمَ نَلْقَاكَ، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْإِيمَانِ وَالْقُرْآنِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

 

(Allāhumma aj‘alnā min ahli al-ikhlāṣ fī al-‘amal, wal-qabūli ‘indaka yawma nalqāk, wa thabbit qulūbanā ‘alā dīnika, wakhtim lanā bil-īmān wal-Qur’ān, yā Arḥama ar-Rāḥimīn).

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang ikhlas dalam amal, terimalah segala ibadah kami di sisi-Mu pada hari kami bertemu dengan-Mu, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu, dan wafatkanlah kami dalam keadaan beriman serta mencintai Al-Qur’an. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Doa tersebut diaminkan oleh seluruh jamaah, menambah keteduhan suasana Subuh di Masjid Ar-Rahman Sei Beringin. Bagi para jamaah, momen tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bekal rohani untuk semakin meneguhkan keyakinan tauhid dalam kehidupan sehari-hari.

( Idham rizal ppwi inhil )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *