Menanamkan Nilai Sosial dan Religius: SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye Gelar Proyek P5

 

Aceh Utara, starbpknews.id – Sabtu 22 Februari 2025. SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye terus berkomitmen membangun karakter siswa melalui pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai sosial dan keagamaan, khususnya dalam hal fardhu kifayah, yakni tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam.

Menurut Kepala Sekolah, Afriani, S.Pd., M.Pd., pelaksanaan P5 di sekolah ini tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap sesama. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu siswa, khususnya yang masih belajar di tingkat SMP, agar mampu melaksanakan fardhu kifayah di masyarakat maupun di sekolah. Kegiatan ini mencakup memandikan jenazah, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah,” ungkapnya.

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf, hingga siswa, termasuk kepala sekolah yang turut berpartisipasi langsung. Proyek ini menjadi wadah pembelajaran yang tidak hanya menanamkan disiplin, tetapi juga membekali siswa dengan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sosial mereka di masa depan.

Mendukung Visi dan Misi Sekolah Melalui Kegiatan Sosial

Proyek P5 ini selaras dengan visi dan misi sekolah yang menekankan peningkatan iman dan takwa siswa, sejalan dengan nilai-nilai imtaq (iman dan takwa) serta iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Kegiatan ini dirancang dengan kolaborasi aktif antara guru dan staf sekolah, yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Jauh sebelum kegiatan dimulai, para guru sudah mengajukan kebutuhan yang diperlukan, mulai dari modul pembelajaran hingga bahan praktik. Semua dipersiapkan dengan matang agar kegiatan berjalan lancar,” tambah Afriani.

Meski begitu, pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari tantangan, seperti kurangnya motivasi beberapa siswa. Namun, pihak sekolah terus melakukan pendekatan positif agar siswa memahami pentingnya keterampilan ini. “Ini bukan sekadar formalitas, tapi sebuah kewajiban yang akan sangat berguna saat mereka menghadapi situasi nyata di masa depan,” ujarnya.

Fokus pada Kearifan Lokal: Mengajarkan Nilai Sosial Melalui Fardhu Kifayah

Koordinator kegiatan P5 kali ini, Suryani, S.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah sekaligus guru IPA, menjelaskan bahwa tema utama kegiatan ini adalah kearifan lokal. Fokus utamanya adalah pengurusan jenazah, yang bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap sesama.

“Kami ingin siswa memahami secara langsung tata cara pengurusan jenazah sesuai ajaran Islam. Melalui praktik ini, mereka belajar tentang kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial,” jelas Suryani.

Perencanaan kegiatan ini dimulai sejak akhir semester ganjil, dengan penyusunan modul khusus yang memuat seluruh tahapan pengurusan jenazah—memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan. Setiap tahap dipaparkan secara rinci, mulai dari teori hingga alokasi waktu pelaksanaan.

Antusiasme Siswa Tinggi, Praktik Nyata Jadi Fokus Utama

Selama pelaksanaan, antusiasme siswa terlihat tinggi, terutama karena banyak dari mereka telah menyaksikan langsung proses pengurusan jenazah di lingkungan sekitar. Pengalaman ini membuat mereka lebih tertarik untuk memahami dan mempraktikkan tata cara tersebut dengan benar.

Indikator keberhasilan proyek ini diukur dari kemampuan siswa melaksanakan setiap tahap pengurusan jenazah, mulai dari praktik memandikan hingga menyalatkan. Selain itu, siswa juga diajarkan membaca talqin, melakukan adzan di pemakaman, dan menempatkan jenazah di liang lahat sesuai arah kiblat.

“Evaluasi kami lakukan secara lisan, praktik langsung, dan ujian tertulis. Dengan kombinasi ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai praktiknya,” ujar Suryani.

Proyek Berkelanjutan yang Menanamkan Nilai Spiritual dan Sosial

Kegiatan P5 di SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye bukanlah hal baru. Sejak tahun 2002, sekolah ini rutin melaksanakan proyek dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Tahun ini, tiga tema utama yang diangkat adalah literasi, partisipasi sosial, dan seni—termasuk pelatihan drama dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang akan dipentaskan selama bulan Ramadan.

Selain itu, program tahfidz di bawah Dinul Islam juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia.

Dengan pelaksanaan P5 ini, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi individu yang berakhlak mulia, peduli sosial, dan mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai Muslim yang baik di lingkungan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali siswa dengan ilmu yang bermanfaat, yang dapat mereka terapkan saat diperlukan di kehidupan nyata,” tutup Afriani. (Muliadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *