Pembangunan Paving Block SDN 3 Lhoksukon Dimulai, Dinas Pendidikan Targetkan Lingkungan Belajar Nyaman dan Bersih

LHOKSUKON – Starbpknews.id
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi memulai pembangunan paving block di halaman SD Negeri 3 Lhoksukon, Rabu (6/8/2025). Proyek ini dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp178.722.000.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dasar yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah negeri.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor: 642.2/792/SPK/2025, dengan masa kerja terhitung sejak 28 Juli hingga 25 Oktober 2025. Pekerjaan ini dipercayakan kepada rekanan CV. TAM BINTANG yang beralamat di Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan aktivitas pembangunan sudah berlangsung. Para pekerja terlihat mulai menyusun paving block di halaman depan sekolah, sementara material bangunan tertata rapi di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menyampaikan bahwa pembangunan paving block ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas belajar yang layak dan bersih bagi para siswa.

“Semoga dengan adanya bantuan ini, sarana dan prasarana pendidikan di SDN 3 Lhoksukon semakin terpenuhi, sehingga tercipta lingkungan belajar yang berkualitas untuk peningkatan mutu peserta didik,” ujar Jamaluddin.

Pihak sekolah dan masyarakat menyambut baik pembangunan ini. Sebelumnya, halaman sekolah yang masih berupa tanah kerap menyulitkan aktivitas, terutama saat musim hujan karena kondisi yang becek dan licin. Dengan adanya paving block, diharapkan kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah akan meningkat.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah pedesaan.

(Muliadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *