BULUKUMBA, Star BPKNews.id Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah Bapperida menggelar Coaching Clinic Penginputan Aplikasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Ruang Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi, Selasa 12 Mei 2026.
Coaching clinic bertujuan mempercepat pendokumentasian dan penginputan data inovasi daerah yang valid dan berkualitas. Tujuannya jelas, mendongkrak skor Indeks Inovasi Daerah (IID) Bulukumba agar naik kelas dari “Kabupaten Inovatif” menjadi “Kabupaten Sangat Inovatif” tahun ini.
Acara yang dipandu Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Anugrahwati Husain ini dihadiri 100 peserta. Mereka terdiri dari dua perwakilan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan 10 Kecamatan se-Kabupaten Bulukumba. Nampak hadir Camat Bonto Tiro, Andi Endang Darwis.

Di sela paparan materi, suasana menghangat saat diskusi interaktif antara narasumber Dr. Abd. Rahman Ramlan dengan sejumlah CPNS. Dalam diskusi itu terungkap momentum besar peluncuran inovasi PINISI 24. Gerakan ini menghimpun 101 inovasi aktualisasi dari para CPNS baru di lingkungan Pemkab Bulukumba.
Dr. Abd. Rahman Ramlan mengapresiasi capaian tersebut. Ia menekankan 101 inovasi itu merupakan aset berharga yang akan direformasi dan dikembangkan menjadi inovasi unggulan Kabupaten Bulukumba. “Semangat dari rekan-rekan CPNS ini adalah energi baru bagi Bulukumba. Kita akan kawal agar aktualisasi diri ini bertransformasi menjadi inovasi berkelanjutan dan berdampak luas bagi pelayanan publik,” ujarnya.
Kepala Bapperida Bulukumba, A. Irma Darmayanti menegaskan inovasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan urat nadi pelayanan publik. Ia bangga tahun 2026 Bulukumba telah mendaftarkan 22 inovasi ke ajang internasional seperti Guangzhou Award dan OECD-OPSI. “Ide brilian tidak akan terlihat jika tidak didukung pendokumentasian yang baik. Kami harap peserta serius agar skor Indeks Inovasi Daerah kita meningkat,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng, yang membuka acara, menginstruksikan seluruh perangkat daerah memaksimalkan Gedung Pinisi sebagai pusat kolaborasi tanpa sekat birokrasi. Ia menargetkan skor indeks inovasi Bulukumba tahun ini melonjak melewati angka 60,00. “Tahun lalu kita peringkat 90 kategori Kabupaten Inovatif. Tahun ini, dengan energi inovasi dari berbagai lini, kita harus naik kelas menjadi ‘Sangat Inovatif’. Potensi kita besar, jangan lagi terhambat ego sektoral,” tegas Sekda.
Sebagai penutup, Ketua Tim iCafe Hybrid Hub Ubayd Mantsur bersama empat anggota iCafe menyerahkan cendramata kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Penyerahan itu sebagai permohonan dukungan untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Digital PIDI DIGDAYA – Hackaton 2026. Hal ini sejalan dengan fokus daerah membangun ekosistem kolaborasi dan hub digital melalui Innovation Cafe
Kegiatan coaching clinic ini diharapkan menjadi titik balik bagi setiap instansi di Bulukumba untuk lebih lincah dan cerdas melahirkan solusi bagi masyarakat. Budaya inovasi harus menjadi nafas birokrasi, bukan sekadar laporan tahunan.
Editor Andi Mustafa*



