Ketua Koperasi Sibela Bintang Selatan Rusmin Rauf Desak Evaluasi Operasional Kapal Cepat PT Harita Group di Rute Kupal–Kawasi
Halmahera Selatan ,starbpknews id.rabu 24/06/2026
Koperasi SIBELA Bintang Selatan mendesak adanya evaluasi terhadap operasional kapal cepat milik PT Harita Group yang melayani rute Kupal–Kawasi. Desakan tersebut muncul menyusul menurunnya pendapatan pelaku usaha speed boat lokal yang selama ini melayani jalur transportasi masyarakat di wilayah tersebut.
Ketua Koperasi SIBELA Bintang Selatan, Rusmin Ra’uf alias Rocky, mengatakan penurunan pendapatan para pengusaha speed boat terjadi di tengah meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta persaingan layanan transportasi pada rute yang sama.
Menurut Rusmin, keberadaan kapal cepat yang dioperasikan PT. Harita Group untuk menunjang mobilitas pekerja dan kebutuhan operasional perusahaan turut berdampak pada berkurangnya jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut milik masyarakat.
“Para pelaku usaha transportasi lokal selama ini menggantungkan mata pencaharian dari layanan penyeberangan Kupal–Kawasi. Ketika jumlah penumpang menurun, maka pendapatan pemilik speed boat, nahkoda, maupun awak kapal juga ikut terdampak,” ujar Rusmin dalam keterangannya, (24/5/2026).
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Dinas Perhubungan, dan pihak PT Harita Group untuk membuka ruang dialog guna mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
“Kami berharap ada pertemuan bersama untuk membahas persoalan ini. Transportasi milik masyarakat lokal harus tetap mendapat ruang agar dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” katanya.
Koperasi SIBELA Bintang Selatan juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap sistem transportasi yang beroperasi di rute Kupal–Kawasi.
Langkah tersebut dinilai penting guna menciptakan keseimbangan antara kebutuhan operasional perusahaan dan keberlangsungan usaha transportasi masyarakat.
Rusmin menegaskan, apabila aspirasi tersebut tidak mendapat respons yang memadai, pihaknya akan mempertimbangkan langkah penyampaian aspirasi secara resmi sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami tetap mengedepankan cara-cara yang damai dan konstitusional. Harapan kami pemerintah dapat memfasilitasi dialog sehingga ditemukan solusi terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlangsungan usaha transportasi masyarakat merupakan bagian penting dari roda perekonomian warga pesisir yang selama ini bergantung pada aktivitas penyeberangan Kupal–Kawasi.
“Kami tidak menolak investasi yang masuk ke daerah. Namun, kami juga berharap keberadaan investasi dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap usaha masyarakat lokal agar tetap tumbuh dan berkembang di daerahnya sendiri,” Rusmin.sapan roki




