Kolaka, starbpknews.id, Sulawesi Tenggara – Ketua LSM LIRA Kabupaten Kolaka, Amir, secara terbuka menantang pihak pelaksana proyek dan konsultan pengawas pekerjaan Perluasan SPAM Kelurahan Lalolmba untuk turun langsung ke lokasi pekerjaan, membawa gambar teknis resmi (shop drawing) dan mempertanggungjawabkan kualitas pekerjaan di hadapan publik. Kamis 25/12/2025.
Tantangan ini dilontarkan menyusul temuan lapangan yang sangat mencolok, di mana pekerjaan yang menelan anggaran Rp707.246.633 dari APBD Kabupaten Kolaka Tahun 2025 terlihat jauh dari standar teknis, bahkan terkesan asal jadi.
“Kami tidak ingin debat di ruang AC. Kami tantang pihak pelaksana dan konsultan datang ke lokasi, bawa gambar teknisnya, dan tunjukkan di mana letak kesesuaian antara dokumen dan fakta lapangan,” tegas Amir, Head of LSM LIRA Kolaka.
LSM LIRA menilai, kondisi lapangan menunjukkan indikasi kuat:
* Pemasangan pipa tanpa pengamanan teknis memadai, rawan patah dan amblas.
* Mutu material dipertanyakan, tidak sebanding dengan nilai kontrak.
* Pekerjaan terkesan kejar tayang, bukan berbasis kualitas dan keberlanjutan.
* Pengawasan diduga lemah, atau bahkan sengaja dibiarkan.
Untuk itu, LSM LIRA memberikan tenggat waktu 3 x 24 jam kepada:
1. Penyedia jasa (CV Yasa Perkasa Internasional)
2. Konsultan pengawas
3. PPTK
👉 Datang ke lokasi, bawa gambar teknis, dan buka semuanya di depan publik.
Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada klarifikasi terbuka, maka LSM LIRA menyatakan:
* Akan menaikkan status pengawasan menjadi laporan resmi,
* Mendorong audit investigatif,
* Serta membuka ruang proses hukum bila ditemukan indikasi penyimpangan.
“Kami tidak anti pembangunan. Tapi kami anti pembodohan. Uang rakyat bukan untuk proyek coba-coba,” tegas Amir.
LSM LIRA memastikan akan terus mengawal kasus ini sampai terang benderang.
Pewarta : Muh Alex OS. ST
STARBPKNEWS.ID
SULAWESI TENGGARA



