Bulukumba* –Star BPK News id Puluhan Kepala Desa dari seluruh Sulawesi Selatan mendeklarasikan “Desa Bersinar” atau Desa Bersih Narkoba di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi Bulukumba, Kamis, 16 April 2026. Deklarasi ini dipimpin langsung Kepala BNN Provinsi Sulsel, Agung Prabowo, yang mewakili Kepala BNN RI.
Program Desa Bersinar diinisiasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih. Hadir dalam peluncuran tersebut Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Sekda Muh Ali Saleng, Ketua Umum DPP Apdesi Merah Putih Anwar Sadat, pejabat Kemendes PDT, Kementerian Koperasi, Forkopimda Bulukumba, Kadis PMD Andi Asdar Bennu, serta Ketua DPC Apdesi Bulukumba Murlawa.
Ketua DPD Apdesi Sulsel, Andi Mappakaya Amir, selaku panitia melaporkan ada 20-an DPC Apdesi Kabupaten/Kota se-Sulsel yang ikut deklarasi. Ia menyebut Desa Bersinar diharapkan jadi benteng pertama mencegah penyalahgunaan narkoba di tingkat desa. “Terima kasih Pemkab Bulukumba yang sudah fasilitasi penuh kegiatan ini,” ujarnya.
Ketua DPC Apdesi Merah Putih Bulukumba, Murlawa, menegaskan seluruh Kades di Bulukumba siap jadi pilot project. “Kami akan bentuk Satgas Desa Bersinar di 136 desa/kelurahan. Fokusnya edukasi di masjid, sekolah, dan pos ronda. Target 2026, 50 desa sudah kantongi SK Desa Bersinar dari BNN,” tegas Murlawa.

Ketua Umum DPP Apdesi Merah Putih, Anwar Sadat, menegaskan Desa Bersinar adalah langkah konkret menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia meminta Kades lebih aktif dan inovatif di tengah keterbatasan anggaran. “Sangat berbahaya kalau generasi kita terkontaminasi narkoba. Dampaknya luar biasa. Kalau tidak siapkan generasi berkualitas, jangan harap Indonesia Emas terwujud,” tegasnya.
Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa Kemendes PDT, Suherman, berharap Desa Bersinar tidak berhenti di seremoni. Program ini harus dorong desa produktif, berdaya saing, kuat secara sosial dan moral. Ia juga menekankan peran pemuda sebagai agen perubahan. “Masa depan Indonesia ada di desa. Desa Bersinar harus selamatkan generasi mendatang,” kata Suherman.
Kepala BNNP Sulsel, Agung Prabowo, usai deklarasi langsung menjabarkan rencana teknis. BNN akan latih 3 relawan anti-narkoba tiap desa, pasang baliho Desa Bersinar di pintu masuk desa, dan sidak acak ke kafe/warkop. “Bulan depan kita mulai bimtek. Desa yang aktif akan dapat anggaran P4GN dari BNN RI,” jelasnya.
Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, mengaku bersyukur Bulukumba dipercaya jadi tuan rumah deklarasi. Ia berharap program ini berdampak luas dan bisa menekan peredaran narkoba. “Paling tidak Desa Bersinar bisa meminimalkan, kalau bisa zero narkoba di Bulukumba,” ucapnya.
Dengan deklarasi ini, seluruh Kades yang tergabung dalam Apdesi Merah Putih berkomitmen menjadikan desa sebagai garda terdepan perang melawan narkoba melalui edukasi, pengawasan, dan penguatan ketahanan keluarga di tingkat RT/RW.
*Kadis PMD Bulukumba Andi Asdar Bennu menambahkan, pihaknya akan memasukkan indikator Desa Bersinar dalam penilaian lomba desa tingkat kabupaten tahun ini. “Desa yang sudah bentuk Satgas, ada SK, dan aktif sosialisasi akan dapat poin tambahan. Ini biar ada kompetisi sehat antar desa,” kata Asdar usai acara.*
*Sementara itu, DPC Apdesi Bulukumba akan membuka posko pengaduan masyarakat di tiap kecamatan. Murlawa menyebut warga bisa lapor via WhatsApp jika melihat indikasi peredaran narkoba di lingkungannya. “Identitas pelapor kita rahasiakan. Satgas desa yang akan tindak lanjuti bersama Bhabinkamtibmas,” ujarnya.*
*Program Desa Bersinar di Sulsel akan dievaluasi setiap 6 bulan oleh tim gabungan BNNP, Kemendes PDT, dan Apdesi. Desa yang berhasil menekan kasus narkoba dan aktif melakukan pencegahan akan diusulkan jadi percontohan nasional oleh BNN RI pada peringatan HANI 2027 mendatang.*
Editor: Andi Mustafa



