TOBA // Starbpknews.id
Tambunan, Senin (2/3/2026)
Di pertengahan bulan suci Ramadan, umat Muslim di wilayah Tambunan melaksanakan Solat Isya berjemaah yang dilanjutkan dengan Solat Tarawih berjemaah dengan penuh kekhusyukan.
Usai Solat Isya, Faturahman Legiman Hutajulu menyampaikan kultum singkat sebelum pelaksanaan Solat Tarawih.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk menunaikan kewajiban sebagai umat Muslim di bulan Ramadan.
“Ini adalah nikmat yang luar biasa. Tidak semua orang diberi kesempatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dan salat malam. Maka patut kita syukuri,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya melatih anak-anak sejak dini untuk berpuasa, meskipun secara syariat mereka belum diwajibkan.
Menurutnya, pembiasaan sejak kecil akan membentuk karakter dan kedisiplinan anak dalam menjalankan ajaran agama ketika dewasa kelak.
“Anak-anak memang belum wajib berpuasa, tetapi perlu dilatih agar terbiasa. Pendidikan agama harus dimulai dari rumah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memberi contoh nyata di tengah keluarga.
Sikap dan perilaku sehari-hari orang tua akan menjadi cerminan yang ditiru oleh anak-anak.
“Kita berharap anak-anak kita kelak berhasil dalam profesinya, ada yang menjadi dokter, guru, dan lainnya. Namun yang paling utama adalah akhlak dan budi pekerti. Jika sejak dini sudah ditanamkan nilai-nilai agama, insyaAllah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik,” tegasnya.
Kultum ditutup dengan doa agar seluruh jemaah dapat menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan meraih rida Allah SWT.
Setelah itu, Ustadz Faturahman Legiman Hutajulu memimpin Solat Tarawih berjemaah dengan khusyuk.
Suasana masjid terasa semakin hidup ketika usai salat, para anak-anak dan remaja melanjutkan kegiatan tadarus Al-Qur’an secara bergantian, saling menyimak dan memperbaiki bacaan.
Saat ini, bacaan tadarus telah memasuki juz 13. Para jemaah menargetkan, insyaAllah di penghujung Ramadan nanti dapat menghatamkan Al-Qur’an secara bersama-sama sebagai bentuk kecintaan terhadap kitab suci dan upaya meraih keberkahan di bulan yang penuh rahmat ini.
(M Siboro C.ILJ)




