Kodim 0825/Banyuwangi Laksanakan Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2026

Banyuwangi Starbpknews.id.__, Kesiapan menghadapi bencana diuji langsung di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (08/08/2026). Kodim 0825/Banyuwangi melaksanakan Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Penanggulangan Bencana Alam Kogabwilhan II Tahun 2026 yang melibatkan 419 personel dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Basarnas, BMKG, tenaga kesehatan, relawan hingga sejumlah instansi terkait. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30-11.00 WIB tersebut dipimpin penanggung jawab Mayor Kav Suprapto selaku Kasdim 0825/Banyuwangi, dengan turut dihadiri tim penilai dari Kogabwilhan II, Kasrem 083/Bdj Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, S.Hub.Int., M.M., Palaksa Lanal Banyuwangi Mayor Mar I Nyoman Suarmika, Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Christanto, S.Sos., serta jajaran relawan kebencanaan.

 

Mayor Kav Suprapto mengatakan, latihan tersebut tidak sekadar menjadi simulasi, tetapi menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana kesiapan personel, sarana prasarana dan koordinasi lintas instansi ketika bencana benar-benar terjadi. “Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan, kemampuan dan koordinasi seluruh unsur terkait agar dalam menghadapi bencana alam dapat bergerak secara cepat, tepat dan terpadu. Kita ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, termasuk bagaimana proses evakuasi, penanganan korban hingga pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujar Suprapto. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam penanggulangan bencana, karena kondisi darurat membutuhkan respons bersama yang terorganisasi dan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja.

 

Latihan diawali apel kelengkapan dan briefing masing-masing tim pada pukul 07.30 WIB, kemudian dilanjutkan simulasi evakuasi dan penyelamatan korban bencana tsunami menuju Lapangan Blambangan dengan dukungan berbagai sarana, seperti RHIB, perahu karet, ambulans, kendaraan rescue, mobil pemadam kebakaran dan kendaraan kawal. Setelah rangkaian simulasi evakuasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengobatan massal dan bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako kepada masyarakat atau korban terdampak bencana. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan pascabencana sekaligus bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan evaluasi untuk mengukur efektivitas latihan serta kesiapan seluruh unsur. Suprapto menegaskan, latihan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dan prosedur operasional, sehingga apabila bencana terjadi, proses evakuasi, pelayanan kesehatan dan penanganan korban dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu guna meminimalkan dampak terhadap keselamatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *