Kebakaran Hebat di Pasar Tradisional Tembilahan: Pak Satiwan Rugi 2 Miliar Rupiah, 313 Kios Ludes Terbakar

Starbpknews id

Tembilahan, 11 September 2025 — Kesedihan mendalam menyelimuti wajah Pak Satiwan, seorang tokoh masyarakat Madura yang dikenal luas di kawasan Tembilahan. Di kediamannya di Jalan Mandala, ia hanya bisa merenungi puing-puing harapan yang hangus terbakar pada Jumat malam, 10 September 2025. Sebanyak sembilan kios miliknya di pasar tradisional Tembilahan ikut menjadi korban amukan si jago merah.

Kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari dan dengan cepat melahap deretan kios yang sebagian besar terbuat dari kayu. Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kios bagian tengah pasar, kemudian menjalar ke seluruh area akibat tiupan angin malam yang cukup kencang. Petugas pemadam kebakaran bersama warga berusaha keras menjinakkan api, namun kobaran yang begitu besar membuat upaya tersebut nyaris sia-sia.

Menurut pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri) Tembilahan, total ada 313 kios yang hangus terbakar. Nilai kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Sementara itu, Pak Satiwan sendiri menanggung kerugian pribadi hingga Rp 2 miliar. “Semua habis terbakar, tak ada yang tersisa. Barang dagangan, peralatan, bahkan dokumen penting ikut lenyap,” ujarnya dengan nada lirih saat ditemui awak media.

Kebakaran tersebut menjadi pukulan berat bagi para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar tradisional itu. Aktivitas ekonomi masyarakat sekitar pun lumpuh total. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menaksir total kerugian yang dialami para korban.

 

Pemerintah daerah berjanji akan menyalurkan bantuan darurat kepada para pedagang terdampak, termasuk membuka posko sementara untuk aktivitas jual beli. Namun, bagi banyak korban seperti Pak Satiwan, kehilangan ini bukan hanya soal harta benda, melainkan juga perjuangan panjang yang kini tinggal abu.

Kebakaran di Pasar Tembilahan menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan dan kewaspadaan terhadap bahaya listrik serta fasilitas pasar yang sudah tua perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tragedi serupa tak kembali terulang.

( AT )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *