_Rote Ndao_ Starbpknews.id Dalam suasana penuh kekeluargaan acara syukuran pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Ibu Felderika Dillak memberikan sosialisasi tentang pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat Desa Modosinal, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah bpk sekretaris desa tersebut dihadiri puluhan warga, perangkat desa, hingga mahasiswa KKN yang akan menyelesaikan masa pengabdiannya di desa. Sosialisasi ini menjadi salah satu agenda penting dalam acara syukuran, mengingat masih banyak pekerja di wilayah kepulauan yang belum memahami hak dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.
Empat Manfaat Utama BPJS TK Disampaikan Langsung
Dalam pemaparannya, Ibu Felderika Dillak menjelaskan secara rinci 4 manfaat utama kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat pesisir dan pekerja informal di Rote Ndao.
Manfaat pertama yang disampaikan adalah Jaminan Hari Tua (JHT). Menurut Ibu Felderika, JHT berfungsi sebagai tabungan masa depan bagi setiap pekerja. “Setiap iuran yang dibayarkan akan dikumpulkan dan bisa dicairkan ketika bapak ibu sudah tidak bekerja lagi, atau saat memasuki usia pensiun. Ini adalah bentuk persiapan kita untuk hari tua agar tetap sejahtera,” jelasnya di hadapan warga.
Manfaat kedua adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). JKK memberikan perlindungan kepada pekerja yang mengalami kecelakaan saat bekerja maupun dalam perjalanan dari rumah ke tempat kerja. “Untuk bapak-bapak nelayan, petani, tukang, dan semua pekerja, kalau terjadi kecelakaan kerja, biaya pengobatan sampai santunan akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Jadi tidak perlu khawatir lagi,” tegasnya.
Ketiga, Jaminan Kematian (JKM). Manfaat ini diberikan kepada ahli waris jika peserta meninggal dunia, bukan karena kecelakaan kerja. “Besarannya cukup membantu keluarga yang ditinggalkan. Ini bentuk kepedulian negara agar keluarga tidak langsung terpuruk secara ekonomi ketika kepala keluarga meninggal,” ujar Ibu Felderika dengan nada empati.
Manfaat keempat yang paling menarik perhatian warga adalah Jaminan Beasiswa Anak. “Ini yang luar biasa. Kalau peserta BPJS TK meninggal dunia, maka anaknya akan mendapatkan beasiswa dari SD sampai perguruan tinggi. Maksimal 2 orang anak. Bayangkan, pendidikan anak tetap terjamin walaupun orang tuanya sudah tidak ada,” paparnya. Penjelasan ini langsung disambut tepuk tangan dan obrolan antusias dari para peserta.
Ibu Felderika juga menekankan bahwa iuran BPJS Ketenagakerjaan sangat terjangkau, terutama untuk pekerja bukan penerima upah atau pekerja informal. Dengan iuran Rp 30.000 per bulan, masyarakat sudah bisa mendapatkan 4 manfaat tersebut.
Aparat Desa dan Camat Dukung Penuh Program
Acara sosialisasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Turut hadir PJ Desa Modosinal Bapak Deny Lalay, S.Pd, Gr, Sekretaris Desa Bapak Andrianus Soluhk, dan Camat Rote Barat Laut Bapak Yosua Dethan, S.P.
Dalam sambutannya, PJ Desa Modosinal Bapak Deny Lalay menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ibu Felderika. “Kami pemerintah desa sangat berterima kasih. Sosialisasi seperti ini sangat kami butuhkan. Masyarakat kami sebagian besar bekerja sebagai nelayan, tukang ojek, buruh bangunan, tukang, ibu rumah tangga petani dll. Dengan adanya penjelasan langsung seperti ini, mereka jadi paham bahwa BPJS TK bukan hanya untuk pegawai kantoran,” kata Bapak Deny.
Senada dengan itu, Camat Rote Barat Laut Bapak Yosua Dethan menegaskan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan sejalan dengan visi pemerintah untuk melindungi seluruh pekerja. “Saya minta kepada kepala desa dan perangkat untuk membantu mendata warga yang belum terdaftar. Mari kita dorong agar semua pekerja di Rote Barat Laut, khususnya di Desa Modosinal, bisa terlindungi,” imbau Bapak Yosua.
Sekretaris Desa Bapak Andrianus Soluhk juga menambahkan bahwa pihaknya siap menjadi fasilitator untuk pendaftaran massal.
Warga Antusias dan Merespon Positif
Sepanjang acara, puluhan warga yang hadir tampak sangat antusias. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara pendaftaran, cara pembayaran iuran, hingga prosedur klaim manfaat. Beberapa ibu rumah tangga bahkan bertanya apakah pekerja rumah tangga juga bisa mendaftar.
Salah satu warga, Bapak Jakson Modok, seorang tukang, mengaku baru pertama kali mendengar penjelasan sedetail ini. “Selama ini kami hanya dengar BPJS untuk orang sakit di rumah sakit. Ternyata untuk kerja juga ada. Ini sangat membantu kami yang kerjanya berisiko di laut, tukang, ojek dll,” katanya.
Suasana menjadi semakin hangat ketika mahasiswa KKN yang akan dilepas juga dilibatkan dalam sesi tanya jawab. Mereka diminta untuk menjadi duta informasi BPJS TK di desa masing-masing setelah kembali ke kampus. “Adik-adik mahasiswa, ilmu yang kalian dapat selama KKN bukan hanya di bidang akademik. Hari ini kalian juga belajar bagaimana membawa program pemerintah sampai ke masyarakat. Tolong sampaikan lagi ke keluarga di kampung,” pesan Ibu Felderika.
Acara syukuran pelepasan mahasiswa KKN sekaligus sosialisasi ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.
Harapan ke Depan
Ibu Felderika Dillak berharap sosialisasi ini tidak berhenti di Desa Modosinal saja. “Target kami adalah seluruh desa di Rote Ndao bisa memahami dan merasakan manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Pekerja di mana pun berhak mendapat perlindungan. Mari kita mulai dari desa, dari keluarga kita sendiri,” tutupnya.
Dengan respon positif dari pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat, diharapkan tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Rote Ndao, khususnya Desa Modosinal, akan meningkat signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan cita-cita “Semua Pekerja Terlindungi” hingga ke pelosok pulau terluar Indonesia.
Untuk pendaftaran dan informasi selanjutnya bisa menghubungi Ibu Felderika Dillak di WhatsApp/Tlp: 081239932310.
Team Read Thito




