Doa Bersama dan Pembagian Masker, TNI-Polri Hadir Menguatkan Jemaat HKBP Balai Karangan

Sanggau, Polda Kalbar – Kebersamaan TNI-Polri dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan doa bersama serta kepedulian terhadap kesehatan jemaat HKBP Huria Kristen Batak Protestan di Balai Karangan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dirangkaikan dengan pembagian masker kepada jemaat yang mengikuti ibadah.

 

Kegiatan dilaksanakan di HKBP Huria Kristen Batak Protestan, Jalan Lintas Malindo Nomor 150, Balai Karangan. Selain menjadi bagian dari kegiatan keagamaan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat melalui pesan kebersamaan, kepedulian serta saling menguatkan di tengah kondisi musim kemarau.

 

Doa bersama mengangkat tema “Jangan meninggalkan Tuhan karena sulit, selalu percayalah kepada Tuhan akan diberikan berkah dan sukacita.” Pesan tersebut mengajak jemaat untuk tetap memiliki keyakinan dan pengharapan dalam menghadapi berbagai keadaan, sekaligus menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Kegiatan dihadiri Pdt. F. Pakpahan, S.Th., Wakapolsek Entikong Iptu H. Pintor Hutajulu, anggota Yon Armed 19/Bogani Satgas Pamtas RI-Malaysia Serda T.M. Hutapea, Kasubsektor Polsek Entikong Ipda MP. Harahap, Bhabinkamtibmas Desa Entikong Bripka Pietter F. Simanjuntak serta jemaat HKBP Huria Kristen Batak Protestan.

 

Usai pelaksanaan ibadah Minggu, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama agar hujan segera turun dan musim kemarau dapat berakhir. Doa tersebut menjadi bentuk harapan masyarakat agar kondisi lingkungan kembali lebih baik serta risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meningkat pada musim kemarau dapat diminimalkan.

 

Selain doa, kepedulian terhadap kesehatan jemaat juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Wakapolsek Entikong Iptu H. Pintor Hutajulu membagikan sekitar 100 masker kepada jemaat yang hadir sebagai langkah preventif untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan udara yang kurang baik akibat kondisi lingkungan dan potensi asap.

 

Dalam kesempatan itu, Wakapolsek Entikong mengingatkan jemaat agar menggunakan masker secara benar ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, lanjut usia dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

 

“Kami ingin hadir bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Masker ini sederhana, tetapi di tengah kondisi udara yang kurang baik dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi warga. Kami mengajak jemaat untuk tetap menjaga kesehatan dan saling mengingatkan,” ujar Iptu H. Pintor Hutajulu.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menutup ventilasi, jendela dan pintu ketika kondisi asap semakin pekat serta memperbanyak konsumsi air putih. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa kabut asap dapat dipicu oleh Karhutla maupun kebiasaan membakar sampah secara sembarangan sehingga pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Sinergi TNI-Polri bersama tokoh agama dan jemaat HKBP menunjukkan bahwa menjaga lingkungan, kesehatan dan ketenteraman masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan melalui kepedulian sederhana dan tindakan nyata.

 

Melalui doa bersama dan pembagian masker tersebut, diharapkan masyarakat tetap kuat menghadapi musim kemarau sekaligus semakin peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. TNI-Polri juga terus mendorong masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu Karhutla serta segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi kebakaran.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara TNI-Polri dan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Selain sebagai wadah persekutuan dan saling menguatkan, kegiatan tersebut juga memperkuat semangat gotong royong untuk menjaga kesehatan, lingkungan dan kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan Entikong. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *