ICW Temukan 24 Dugaan Penyimpangan di Proyek IKN, Anggaran Rp466 Triliun Diduga Jadi Ladang Korupsi

 

Indonesia, starbpknews.id.18 Agustus 2025 — Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali mengungkap temuan mengejutkan terkait proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Lembaga antikorupsi independen ini menyebut ada 24 dugaan penyimpangan dalam berbagai proyek pembangunan yang selama ini digadang-gadang pemerintah sebagai simbol peradaban baru Indonesia.

ICW menilai, dengan nilai anggaran yang ditaksir mencapai Rp466 triliun, proyek IKN justru berpotensi menjadi “tambang korupsi” bagi para oknum yang haus kekuasaan dan keuntungan pribadi. Temuan ini menambah panjang deretan kritik masyarakat sipil terhadap transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan mega proyek tersebut.

Menurut ICW, pola penyimpangan yang ditemukan meliputi indikasi mark up, konflik kepentingan, pengaturan tender, hingga lemahnya pengawasan di lapangan. Beberapa proyek infrastruktur dasar disebut tidak sesuai dengan rencana awal, bahkan ada yang progres fisiknya jauh tertinggal dari anggaran yang sudah cair.

“Proyek IKN sejak awal sudah sarat masalah. Alih-alih menjadi kebanggaan bangsa, proyek ini justru berpotensi menjadi ladang subur bagi praktik-praktik koruptif,” ungkap peneliti ICW dalam keterangan persnya.

ICW juga menegaskan bahwa penggunaan dana negara dalam jumlah raksasa seharusnya diikuti dengan standar pengawasan ketat. Namun faktanya, menurut mereka, banyak indikasi pelanggaran yang dibiarkan tanpa tindakan tegas.

Kritik publik semakin menguat, terlebih ketika narasi keberlanjutan pembangunan IKN kerap dibenturkan dengan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai daerah yang masih minim layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Sejumlah kalangan menilai, bila temuan ICW benar adanya, maka pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bisa menutup mata. Kejaksaan Agung, KPK, hingga BPK diminta segera turun tangan untuk mengaudit dan menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut, agar ratusan triliun rupiah uang rakyat tidak menguap begitu saja.

Bagi masyarakat sipil, proyek IKN yang terus dipaksakan justru mempertebal anggapan bahwa Nusantara bukan sekadar proyek ambisius, melainkan arena bagi “tikus-tikus lapar” untuk memperkaya diri di atas penderitaan rakyat.

(Idham rizal)
Sumber ICW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *