Kalbar,starbpknews.id – Kota Pontianak adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, memiliki asal usul yang menarik, yang sangat dipengaruhi oleh sejarah dan tradisi lokal. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai asal usul Kota Pontianak:
1. Pendirian oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie
Kota Pontianak didirikan pada tahun 1771 oleh seorang bangsawan keturunan Arab bernama Syarif Abdurrahman Alkadrie. Ia adalah seorang ulama sekaligus pedagang yang kemudian menjadi Sultan pertama Kerajaan Pontianak. Syarif Abdurrahman memulai perjalanan dari Kesultanan Mempawah untuk mencari lokasi strategis untuk membangun sebuah pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Kalimantan.
2. Lokasi di Tepi Sungai Kapuas
Kota Pontianak terletak di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia, dan sungai ini berperan penting dalam kehidupan masyarakat sekitar serta dalam kegiatan perdagangan. Lokasi yang dipilih oleh Syarif Abdurrahman sangat strategis karena berada di jalur lalu lintas sungai, memudahkan akses perdagangan, transportasi, dan komunikasi di wilayah Kalimantan Barat.
3. Nama “Pontianak” dan Legenda Hantu
Nama “Pontianak” sendiri berasal dari legenda setempat tentang makhluk halus yang disebut “kuntilanak” atau “pontianak” dalam bahasa Melayu. Konon, saat Syarif Abdurrahman beserta rombongannya menelusuri Sungai Kapuas, mereka diganggu oleh suara-suara misterius dari makhluk tersebut. Untuk mengusir hantu tersebut, Syarif Abdurrahman menembakkan meriam. Setelah itu, gangguan hantu pun menghilang, dan lokasi tersebut dianggap aman. Nama “Pontianak” kemudian digunakan untuk mengenang peristiwa ini.
4. Pendirian Istana Kadriah
Setelah menetap di lokasi tersebut, Syarif Abdurrahman mendirikan istana yang kini dikenal sebagai Istana Kadriah, yang masih berdiri di Kota Pontianak sebagai salah satu peninggalan sejarah dan budaya. Istana ini dibangun sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak. Di sekitar istana, kemudian berkembanglah perkampungan yang menjadi cikal bakal Kota Pontianak.
5. Peran Sebagai Pusat Perdagangan dan Penyebaran Islam
Seiring waktu, Kota Pontianak berkembang pesat sebagai pusat perdagangan. Posisi Pontianak yang strategis di jalur sungai membuat kota ini menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai wilayah, termasuk dari Nusantara dan luar negeri. Selain sebagai pusat perdagangan, Pontianak juga menjadi pusat penyebaran agama Islam di Kalimantan Barat, dengan adanya para ulama yang datang dan menetap di sana.
6. Perkembangan pada Masa Kolonial Belanda
Pada awal abad ke-19, Pontianak berada di bawah pengaruh kolonial Belanda, yang menjadikan kota ini sebagai salah satu titik penting di Kalimantan. Pada masa kolonial, Pontianak berkembang menjadi pusat administrasi pemerintahan dan ekonomi. Banyak infrastruktur yang dibangun pada masa ini, seperti pelabuhan dan jalan raya, yang mendukung perkembangan ekonomi Pontianak.
7. Pontianak Saat Ini
Saat ini, Kota Pontianak telah berkembang pesat dan menjadi kota yang heterogen dengan beragam suku, agama, dan budaya. Selain sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak juga terkenal dengan perayaannya, seperti Festival Meriam Karbit setiap Idul fitri dan perayaan Cap Go Meh yang menarik wisatawan. Kota ini juga dikenal sebagai “Kota Khatulistiwa” karena dilintasi oleh garis khatulistiwa, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Asal usul Kota Pontianak sangat dipengaruhi oleh kisah pendirinya, legenda setempat, dan posisinya yang strategis di jalur perdagangan. Sejarah ini membentuk Pontianak sebagai kota yang kaya akan tradisi dan budaya serta menjadi salah satu kota penting di Kalimantan Barat.
Penulis : Yusuf




