Sumedang, Starbpknews.id.
Gerakan warga masyarakat se wilayah dua Kepala Dusun yang ada di Dusun Nangorak Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, melakukan kegiatan Kerja Bakti Gotong Royong guna membuang tanah longsor yang menimbun saluran irigasi Sangiang Sri di Blok Cijotang dekat Dam Sungapan. Meskipun dalam pelaksanaannya menggunakan peralatan seadanya saja. Seperti halnya tadi Minggu , 26 April 2026 , sekitar 30 orang warga masyarakat turun ke lokasi bencana alam longsor. Dengan ketinggian 300 meter dan lebar 220 meter, sangat sulit gundukan tanah serta pohon tumbang di evakuasinya.
Dari tingkat Pemerintahan Desa Margamekar, yang datang ke lokasi bencana alam longsor tersebut mulai dari Kepala Desa Margamekar ( Elin Herlina, A.Md. ) , Kepala Dusun 2 , Kepala Dusun 3 , para Ketua RW , para Ketua RT , Petugas P3A, Tokoh Masyarakat , dan warga masyarakat mengadakan kegiatan Kerja Bakti Atau Gotong Royong melemparkan gundukan tanah longsor. Dikarenakan sangat sulit untuk di hilangkan dengan peralatan cangkul dan golok. Maka sebagaimana hasil kesepakatan musyawarah semua unsur elemen yang terkait, maka untuk melancarkan air irigasi mengalir seperti biasa akan menggunakan Pipa diamensi 8 inc. Sepanjang 220 meter , melintasi jurang yang cukup dalam.
Hasil kordinasi langsung dengan semua unsur elemen yang ada, guna mencari solusi terbaik agar air mengalir, maka pihak Pemerintahan Desa Margamekar akan melakukan kerjasama dengan pihak Dinas Pertanian , Dinas PUPR Bidang Pengairan , BKSDA , PDAM , BPBD Kabupaten Sumedang dan tentunya semua warga di wilayah Dusun Nangorak. Dengan tujuan satu kesamaan guna menarik air irigasi demi kepentingan warga masyarakat mengairi areal pertanian sawah kisaran 100 ha yang berada di areal Nangorak.
Dalam hal pemasangan nanti pipa Paralon 8 inc tersebut harus dipandu oleh tenaga tekhnik yang sudah ahlinya atau menguasai bagaimana cara memasang dan menyambungkan pipa paralon tersebut. Diasesuaikan dengan medan kondisi dilokasi bencana alam longsor tersebut. Untuk sementara dalam hitungan Rencana Anggaran Biaya akan memerlukan di kisaran cukup besar juga bila kita membeli pipa paralon ukuran 8 inc dengan panjang 4 meter, sedangkan harga satu pipa paralon dihargakan Rp 700.000, -/batang. Jadi bila kebutuhan 60 batang X Rp 700.000,-sudah mencapai Rp 42.000.000,- belum biaya yang lain – lainnya. Sesuai kebutuhan – kebutuhan yang diperlukan.
Kita semua harus ikut memikirkan bagaimana caranya untuk bisa terwujud air mengalir lagi, serta mewujudkan anggaran sebesar itu, karena tidak mungkin kalau semuanya di bebankan pada warga masyarakat Dusun Nangorak. ( Asher. Korwil Jawa Barat. ).




