Aceh Utara, Starbpknews.id – Warga Gampong Merbo Jurong, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, berharap adanya suntikan dana bantuan dari pemerintah daerah hingga pusat untuk menghidupkan kembali program peternakan ayam petelur milik desa yang terhenti akibat banjir besar.
Meski diterpa musibah, semangat masyarakat untuk bangkit tidak padam. Mereka meyakini, dengan dukungan nyata dari pemerintah serta sinergi berbagai pihak, roda ekonomi desa dapat kembali berputar dan ketahanan pangan di tingkat gampong tetap terjaga.
Geuchik Gampong Merbo Jurong, Mundirin, menegaskan bahwa program ternak ayam petelur tersebut merupakan bentuk komitmen desa dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.
“Kami melaksanakan kegiatan ini sesuai mekanisme, menggunakan Dana Desa melalui BUMG. Program ini sudah berjalan dan terbukti menghasilkan. Namun musibah banjir di luar kemampuan kami. Dana Desa tahun 2026 sangat terbatas, sehingga penyertaan modal kembali hampir tidak mungkin,” jelas Mundirin saat peninjauan kandang, Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurut aparatur desa, program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, program ternak ayam petelur yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) itu menjadi salah satu harapan baru penguatan ekonomi masyarakat desa. Usaha tersebut didanai melalui Dana Desa dengan total anggaran sekitar Rp300 juta.
Dalam lima bulan berjalan, usaha ini mampu menghasilkan keuntungan rata-rata Rp15 juta per bulan dan menjadi sumber pemasukan yang signifikan bagi masyarakat.
“Dalam lima bulan berjalan, usaha ini mampu menghasilkan keuntungan rata-rata Rp15 juta per bulan. Ini menjadi sumber pemasukan yang sangat membantu masyarakat,” ujar Mundirin.
Program dimulai dari pembersihan lahan, pembangunan kandang, pengadaan bibit ayam petelur, hingga penyediaan pakan. Dalam waktu relatif singkat, peternakan tersebut tumbuh menjadi salah satu unit usaha produktif desa yang menjanjikan.
Namun, musibah banjir besar yang melanda wilayah Aceh Utara pada 25 November 2025 menjadi pukulan telak. Sekitar 1.000 ekor ayam petelur mati setelah kandang terendam air dalam waktu lama, sehingga operasional usaha terhenti total.
Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Modal usaha yang bersumber dari Dana Desa praktis habis akibat bencana tersebut. Seorang warga Merbo Jurong mengaku sangat terpukul atas kejadian itu.
“Kami sudah merasakan hasilnya. Setiap bulan ada pemasukan sekitar Rp15 juta. Ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Tapi sekarang semuanya habis karena banjir. Kami berharap pemerintah peduli dan membantu kami bangkit kembali,” ungkapnya.
Musibah banjir tersebut tidak hanya menghentikan program pemberdayaan ekonomi desa, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi para pengelola dan masyarakat yang menggantungkan harapan pada usaha peternakan tersebut. Kini, warga hanya bisa menanti perhatian dan dukungan nyata agar usaha ayam petelur Dana Desa di Merbo Jurong dapat kembali berjalan. (Muliadi/BB)



