Tidak Terima 189 Kades Geruduk DPRD Banyuwangi, Anggota DPRD Fraksi Gerindra Suwito Minta Maaf di Depan Publik

Banyuwangistarbpknews.id.__Tidak terima 80% Kades Se-Banyuwangi dituding melakukan nyunatin dana bantuan sosial (bansos), ratusan kepala desa (kades) di Banyuwangi -Jatim Geruduk kantor DPRD Banyuwangi.
Ratusan kepala desa mendatangi kantor DPRD Banyuwangi untuk menuntut klarifikasi dari anggota DPRD Fraksi Gerindra, Suwito. Aksi ini dipicu pernyataan Suwito yang menyebut 80 persen kepala desa di Banyuwangi mengkorupsi dana bansos, sebuah tudingan yang kemudian viral dan memicu kemarahan para kepala desa, Senin 17 Nopember 2025.

Dihadapkan langsung pada ratusan kepala desa yang memenuhi halaman gedung dewan, Suwito tak punya pilihan selain menarik ucapannya. Ia menyampaikan permintaan maaf terbuka, mengakui pernyataannya keliru dan tidak berdasar.

“Saya atas nama pribadi meminta maaf. Apa yang saya katakan itu salah, dan saya cabut. Tidak ada niatan apa pun. Saya hanya ingin Banyuwangi bisa melayani rakyat dengan baik.” kata Suwito.

Ia juga meminta seluruh konten viral di TikTok dan media sosial yang memuat pernyataannya segera diturunkan.

anggota DPRD yang menuding “80 persen kades di Banyuwangi korupsi” serta melakukan nyunatin dana bantuan sosial (bansos).

Pernyataan tersebut langsung memantik kemarahan para kades.
Mereka menilai ucapan itu bukan hanya tidak berdasar, tetapi juga merendahkan Marwah pemerintah desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan publik.

Dimana diketahui, tudingan tersebut dilontarkan salah satu anggota DPRD Banyuwangi, Suwito. Ia mengatakan di hadapan umum bahwa 80 persen kades di Banyuwangi disinyalir melakukan nyunatin bansos yang disalurkan kepada masyarakat.

“Kades di Banyuwangi dituduh melakukan nyunatin dana bansos dan per-transaksi (penyaluran) mendapatkan keuntungan Rp24 juta. Itu yang membuat kami bingung,” kata Ketua Asosiasi Kepala Desa (ASKAB), Budiharto

Atas pernyataan tersebut, para kepala desa turun geruduk kantor DPRD Banyuwangi untuk melakukan silaturrahmi sekaligus meminta klarifikasi Suwito yang merupakan politikus Partai Gerindra.

Pertemuan secara tertutup yang berlangsung selama sekitar satu jam dilakukan antara anggota DPRD Banyuwangi dan para kades, dengan pengawalan ketat pihak kepolisian. “Ternyata kami tanya tadi di dalam ruangan, beliau bilang hanya kepeleset lidah,” ujar Budiharto

.Namun, ucapan yang terlanjur membuat suasana keruh masyarakat Banyuwangi itu tidak bisa di selesai begitu saja. Para kepala desa menuntut Suwito membuat permintaan maaf secara terbuka.

Suwito bersedia melakukan permintaan maaf di hadapan para kades dan awak media. Alhasil, para kepala desa menganggap persoalan tersebut selesai. “Sudah clear. Insya Allah tidak ada (pemotongan bansos),” pungkas Budihat.

( A. Jwn Team BPK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *