Samosir//Starbpknews.id.
08/08/2026)
Gemerlap lampu panggung yang memantul di permukaan Danau Toba, riuh suara penonton, serta alunan musik yang menggema di kawasan Water Front City Pangururan menjadi penanda bahwa pesona Festival Tao Toba Joujou 2026 belum meredup. Memasuki hari kedua pelaksanaan, 07/08/2026, ribuan masyarakat dan wisatawan kembali memadati Segmen V Water Front City untuk menikmati perpaduan hiburan, budaya, dan geliat ekonomi kreatif yang tersaji dalam satu panggung besar.
Festival yang telah menjadi salah satu agenda unggulan di kawasan Danau Toba ini kembali menghadirkan suasana penuh kehangatan. Mulai dari anak-anak, generasi muda, hingga orang tua tampak larut dalam kemeriahan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Setelah penampilan Opera Batak yang membawa penonton bernostalgia dengan kekayaan budaya leluhur, panggung utama kembali bergemuruh saat grup musik Punxgoaran tampil menghibur ribuan pengunjung. Setiap lagu yang dibawakan disambut sorak-sorai penonton. Tidak sedikit yang ikut bernyanyi, bergoyang, bahkan mengabadikan momen melalui telepon genggam mereka.
Festival Tao Toba Joujou tahun ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan gaya hidup masa kini yang tetap dibalut dengan kebersamaan. Di satu sisi, budaya Batak tetap mendapat tempat terhormat melalui pertunjukan seni tradisional, sementara di sisi lain, semangat generasi muda hadir melalui musik, interaksi dalam semarak festival untuk menjaga budaya itu tetap hidup.
Di tengah kemeriahan tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom hadir bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, untuk menyaksikan langsung jalannya acara. Ketiganya tampak berbaur dengan masyarakat, menyapa pengunjung, sekaligus mengunjungi stan-stan UMKM yang berjejer di sepanjang kawasan festival.
Tak hanya menikmati pertunjukan musik, Bupati bersama rombongan juga menyinggahi berbagai stan kuliner dan produk lokal. Aroma kopi, cita rasa kuliner khas Batak, hingga ragam kerajinan tangan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Kehadiran pimpinan daerah di tengah lautan penonton disambut hangat masyarakat. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk berswafoto, berbincang, hingga sekadar menyampaikan salam. Momen tersebut memperlihatkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana yang penuh keakraban.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dan wisatawan yang turut menyemarakkan Festival Tao Toba Joujou 2026.
“Saya mengapresiasi antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir memeriahkan Festival Tao Toba Joujou tahun ini. Semarak yang kita lihat malam ini menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap budaya dan berbagai kegiatan positif yang menghadirkan kebersamaan,” ujar Vandiko.
Menurut Vandiko, Festival Tao Toba Joujou tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, wisatawan, komunitas, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival ini. Semoga Tao Toba Joujou terus menjadi kebanggaan bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat Samosir,” tambahnya.
Festival Tao Toba Joujou 2026 yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Bank Indonesia Sibolga terus menghadirkan beragam pertunjukan seni, budaya, serta aktivitas ekonomi kreatif yang mampu menarik perhatian masyarakat. Ramainya pengunjung selama dua hari pelaksanaan menjadi bukti bahwa festival ini bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan ruang bersama yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan harapan akan tumbuhnya ekonomi masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman, Tao Toba Joujou menghadirkan pesan sederhana bahwa budaya tidak pernah kehilangan tempatnya. Justru, ketika dikemas dengan semangat baru dan melibatkan generasi muda, budaya mampu menjadi denyut kehidupan yang menggerakkan pariwisata sekaligus menghidupkan perekonomian daerah.
(M Siboro C.ILJ)




