starbpknews.id
Jombang – Polres Jombang menggelar kegiatan pembinaan dan pelatihan (binlat) pendidikan jati diri bangsa bagi pelajar di Situs Ndalem Pojok Soekarno, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang diikuti 100 siswa dari SMA dan SMK se-Kabupaten Jombang ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme, memperkuat karakter kebangsaan, serta membentuk generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, para pejabat utama Polres Jombang, serta perwakilan dari SPN Polda Jawa Timur.
Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya mendapatkan materi pembinaan dan diskusi tentang jati diri bangsa serta cinta tanah air, tetapi juga diajak menelusuri jejak sejarah masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Kunjungan ke sejumlah titik bersejarah seperti Situs Sasono Budoyo, rumah masa kecil Bung Karno, hingga Balai Sehat Tentrem menjadi sarana pembelajaran kontekstual, yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejarah sekaligus memperkuat rasa kebangsaan para pelajar.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan siswa, yang mencerminkan antusiasme serta pemahaman baru yang mereka peroleh selama mengikuti rangkaian binlat.
Dalam arahannya, AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai generasi penerus bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia.
“Jadilah pelajar yang baik dan terus tingkatkan kapasitas diri kalian. Jika kalian bersungguh-sungguh dalam belajar dan berikhtiar, maka kesuksesan yang kalian cita-citakan akan terwujud,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Situs Ndalem Pojok Soekarno bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Polres Jombang berharap para pelajar tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, serta tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Menutup arahannya, Kapolres mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, namun selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Kesempatan kedua selalu ada bagi siapa saja yang memiliki niat dan tekad untuk berubah,” pungkasnya.
(AD1W)




