Tambang Emas Ilegal Kusubibi Kembali Renggut Nyawa, Polisi Periksa Pengusaha Tambang

 

LABUHA – STARBPKnesw id. Tambang emas ilegal di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan (Halsel), kembali menelan korban jiwa. Polisi kini tengah memeriksa salah satu pemilik tambang, Haikal, terkait insiden yang menyebabkan kematian pekerjanya, Nefry Lasengke (52).

Korban, yang berasal dari Kabupaten Bolangmongondo, Sulawesi Utara, meninggal dunia setelah tertimpa pohon di lokasi tambang pada Minggu (2/3/2025). Namun, Haikal justru enggan diperiksa di Polsek Bacan Barat dan memilih menjalani pemeriksaan di Kota Labuha pada Jumat (7/3/2025).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bacan Barat, Iptu Fahrul, menolak memberikan keterangan lebih lanjut terkait pemeriksaan tersebut.

Jenazah Nefry Dipulangkan dengan Sumbangan Warga

Mirisnya, usai kejadian, Haikal selaku pemilik tambang terkesan lepas tangan terhadap pemulangan jenazah korban. Keluarga korban terpaksa menggalang dana melalui media sosial agar jenazah Nefry dapat dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Gogalongan, Bolangmongondo.

Beberapa unggahan di Facebook memperlihatkan kondisi jenazah yang masih berada di Desa Kusubibi tanpa kepastian pemulangan. Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kepastian pemulangan almarhum.

Rangkaian Tragedi di Tambang Kusubibi

Nefry bukanlah korban pertama di tambang ilegal Kusubibi. Sebelumnya, pada Rabu (5/2/2025), seorang pekerja bernama Rangga (21), warga Desa Sabatang, juga tewas setelah tertimpa pohon di dalam beskem (tempat berteduh para penambang). Kejadian tragis ini terjadi akibat cuaca buruk yang menyebabkan pohon tumbang. Rangga diketahui bekerja di tambang milik pengusaha bernama Moi.

Jenazah Rangga dipulangkan ke desanya pada malam hari setelah kejadian. Namun, pengusaha tambang ilegal seperti Moi, Haikal, dan Sirly alias Risnawati seakan menghilang pasca insiden tersebut. Rumah mereka di Labuha, Desa Hidayat, dan Desa Anggai, Kecamatan Obi, tampak tertutup dan sulit diakses.

Tambang Ilegal Kusubibi: Nyawa dan Lingkungan Terancam

Selain merenggut nyawa, tambang ilegal Kusubibi juga dikabarkan mencemari lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya seperti sianida. Sayangnya, hingga kini, tidak ada tindakan tegas terhadap para pemilik tambang yang terus beroperasi meskipun telah berulang kali menimbulkan korban jiwa.

Masyarakat berharap ada langkah serius dari pihak berwenang untuk menindak tambang ilegal di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang.
( Del )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *