*Starbpknews.ld*
Pantura – Kelangkaan BBM jenis solar kembali menghantam jalur utama ekonomi nasional, Pantai Utara (Pantura). Dalam beberapa hari terakhir, puluhan truk dilaporkan mogok di sepanjang ruas jalan akibat kehabisan bahan bakar. Para sopir pun mengeluh, aktivitas distribusi barang terganggu, dan kerugian mulai tak terhindarkan.
Pemandangan truk berhenti di bahu jalan kini menjadi hal yang biasa terlihat. Beberapa sopir bahkan terpaksa bermalam di kendaraan mereka, menunggu pasokan solar yang tak kunjung pasti.
“Sudah muter ke beberapa SPBU, tapi kosong semua. Kalau pun ada, dibatasi. Akhirnya ya mogok di jalan,” ujar salah satu sopir dengan nada kesal.
Ada Apa di Balik Kelangkaan Ini?
Kelangkaan solar di jalur Pantura diduga bukan sekadar persoalan distribusi biasa. Sejumlah faktor kuat mulai mencuat di lapangan:
1. Pembatasan dan Kuota Subsidi Solar bersubsidi memang diperuntukkan bagi sektor tertentu. Namun di lapangan, pembatasan pengisian membuat sopir truk kesulitan mendapatkan jatah yang cukup, apalagi untuk perjalanan jarak jauh.
2. Dugaan Penimbunan dan Mafia BBM Isu klasik kembali mencuat: adanya dugaan penimbunan dan praktik mafia solar. Solar bersubsidi diduga dialihkan ke sektor industri atau dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Jika benar, ini jelas melanggar hukum dan merugikan masyarakat luas.
3. Distribusi Tidak Merata Pasokan BBM yang tidak seimbang di beberapa daerah menyebabkan SPBU kehabisan stok lebih cepat. Jalur Pantura yang padat kendaraan logistik menjadi salah satu wilayah paling terdampak.
4. Lonjakan Konsumsi Meningkatnya aktivitas distribusi barang juga turut mendongkrak kebutuhan solar. Tanpa diimbangi pasokan yang cukup, kelangkaan pun tak terhindarkan.
Dampak Nyata di Lapangan
Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Jalur Pantura merupakan urat nadi distribusi barang nasional. Jika truk-truk terhenti, maka rantai pasok ikut terganggu.
Pengiriman barang terlambat
Biaya operasional meningkat
Potensi kenaikan harga bahan pokok
Kemacetan di titik-titik rawan
“Kalau begini terus, bukan cuma sopir yang rugi, masyarakat juga kena dampaknya,” kata sopir lainnya.
Desakan ke Pemerintah dan Pertamina
Para sopir mendesak pemerintah dan PT Pertamina (Persero) segera turun tangan. Mereka meminta:
Penambahan kuota dan distribusi solar di jalur Pantura
Pengawasan ketat terhadap penyaluran BBM subsidi
Penindakan tegas terhadap pelaku penimbunan
Kelangkaan solar bukan hanya soal bahan bakar, tetapi menyangkut stabilitas ekonomi. Jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab utama krisis solar di jalur Pantura. Namun satu hal yang pasti, para sopir kini menjadi korban di garis depan—terjebak di jalan, menunggu solusi yang tak kunjung datang.
(Andi)



