Hal-Sel Starbpknews-id.Di antara deretan nama tokoh spiritual yang lahir dari bumi Halmahera Selatan, sosok Safara Muhammad menempati posisi tersendiri. Beliau dikenal bukan hanya sebagai seorang tokoh masyarakat yang berwibawa dan disegani, melainkan juga sebagai Guru Besar Ilmu Tauhid (Ma’rifatullah) yang telah menempuh perjalanan panjang dalam meniti jalan menuju makrifat kepada Allah SWT.
Safara Muhammad bukanlah orang biasa. Beliau merupakan pribadi yang tenang, sederhana, namun sarat dengan kebijaksanaan dan keluasan ilmu batin. Di balik sikap rendah hatinya, tersimpan samudra ilmu yang dalam tentang ketuhanan, keikhlasan, dan pengenalan diri. Banyak orang yang datang kepadanya bukan sekadar untuk belajar, tetapi juga untuk mendapatkan pencerahan hati dan ketenangan jiwa.
Dalam perjalanan spiritualnya, Safara Muhammad telah berguru kepada para tokoh besar yang dikenal memiliki maqam tinggi dalam dunia tasawuf dan ilmu hakikat. Di antara guru-gurunya yang masyhur adalah Almarhum Papa Hafel Karamat Sali, Sultan Bacan, Almarhum Mato, dan Almarhum Joguru Sadik Djafar Nohc. Dari merekalah beliau menimba ilmu, menyalakan cahaya ketauhidan, dan mengasah kepekaan rohani yang kini menjadi dasar dalam setiap ajarannya.
Safara Muhammad meyakini bahwa jalan menuju Allah tidak hanya dilalui melalui ilmu pengetahuan semata, tetapi juga melalui penyucian hati dan penghambaan total kepada Sang Pencipta. Dalam berbagai kesempatan, beliau sering menyampaikan bahwa hakikat kehidupan bukanlah pada kebendaan, melainkan pada kesadaran mengenal siapa diri dan siapa Tuhan.
“Ilmu tauhid sejati bukanlah sebatas ucapan di lisan, melainkan kesaksian hati yang hidup di bawah cahaya keagungan-Nya,” ujar Safara Muhammad dalam satu kesempatan pengajian di Halmahera Selatan.
Sikap dan ajaran beliau yang menekankan keseimbangan antara ilmu lahir dan ilmu batin membuat banyak orang merasa damai saat berada di sisinya. Murid-murid dan masyarakat yang mengenalnya menganggap beliau sebagai sosok pembimbing ruhani yang sabar, lembut, namun tegas dalam menegakkan kebenaran.
Selain dikenal sebagai seorang guru besar dalam bidang tauhid, Safara Muhammad juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Halmahera Selatan. Beliau sering hadir dalam berbagai majelis ilmu, zikir, maupun acara keagamaan yang memperkuat silaturahmi antarumat. Kehadirannya selalu membawa ketenangan dan rasa hormat yang mendalam.
Masyarakat Halmahera Selatan menyebut beliau sebagai “penjaga kesejukan batin” di tengah hiruk-pikuk dunia modern. Sosoknya dianggap mampu menjadi penuntun bagi generasi muda untuk kembali kepada nilai-nilai ketulusan, kesederhanaan, dan cinta kepada Allah SWT.
Di kalangan santri dan pengikutnya, ajaran beliau dikenal dengan pendekatan yang halus dan penuh makna. Setiap kata yang terucap darinya bagaikan nasihat yang menyejukkan jiwa. Beliau mengajarkan bahwa makna kehidupan bukan hanya tentang apa yang terlihat di mata, tetapi juga tentang perjalanan batin menuju kesadaran tertinggi akan Tuhan.
Kini, di usia yang semakin matang, Safara Muhammad tetap istiqamah dalam menyebarkan cahaya ilmu tauhid di berbagai daerah. Meski banyak yang menganggap beliau telah mencapai maqam tinggi dalam dunia makrifat, namun beliau tetap menolak untuk diagungkan. Baginya, semua ilmu dan kemuliaan hanyalah milik Allah semata, sementara manusia hanyalah perantara untuk saling mengingatkan dalam kebenaran.
“Kita semua hanyalah hamba. Tak ada guru tanpa murid, dan tak ada murid tanpa bimbingan Allah,” tutur beliau dengan penuh kerendahan hati.
Dengan kepribadian yang teduh dan ajaran yang menyejukkan, Safara Muhammad telah menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual masyarakat Halmahera Selatan. Namanya akan terus dikenang sebagai sosok guru besar yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan makna sejati kehidupan — menuju cinta dan makrifat kepada Sang Pencipta.
Report: Ruswal Samawa.




