ACEH UTARA. Starbpknews.id – Sebuah terobosan penting di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lahir di Kabupaten Aceh Utara. Yayasan Trieng Mandiri Bersama meresmikan Rumah Makan Bergizi (MBG) di Gampong Teupin Keubeu, Kecamatan Matangkuli, Selasa (10/9/2025).
Program ini menjadi bentuk nyata implementasi instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, demi lahirnya generasi emas Indonesia.
Pada tahap perdana, MBG menyalurkan 3.125 porsi makanan bergizi gratis untuk pelajar SD, SMP, dan SMA dari 13 sekolah di Matangkuli. Menu sehat berganti setiap hari, mulai dari buah segar, susu, ikan, telur, ayam, hingga daging.
Pendiri MBG, Dedi Murtala, menegaskan bahwa program ini hadir untuk memastikan setiap pelajar dapat belajar tanpa terbebani persoalan pangan.
“Anak-anak tidak perlu lagi khawatir apakah bisa makan hari ini atau tidak. Gizi mereka tercukupi, sehingga bisa fokus belajar dan meraih prestasi,” ujarnya.
Dedi menambahkan, MBG merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.
“Rumah Makan Bergizi MBG ini lahir dari instruksi Presiden Prabowo. Tujuannya jelas, agar anak-anak Indonesia memiliki gizi yang baik. Kalau gizinya terpenuhi, kecerdasan mereka bisa bersaing dengan anak-anak Jepang yang selama ini dikenal unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita ingin melahirkan generasi emas Indonesia dari Aceh Utara,” tegasnya.
Selain memberi manfaat langsung bagi pelajar, MBG juga membuka 50 lapangan kerja lokal tanpa syarat ijazah serta memberdayakan petani sayur, buah, dan peternak di sekitar Matangkuli.
“Ini tidak hanya soal gizi, tapi juga soal pemberdayaan ekonomi. Petani cabai, sayur, hingga pedagang lokal bisa merasakan manfaatnya. Tenaga kerja pun kita ambil dari warga sekitar,” jelas Dedi.
Peresmian MBG turut dihadiri Camat Matangkuli, Kapolsek, Danramil, geuchik, serta unsur Muspika setempat. Kehadiran mereka menjadi bukti apresiasi penuh terhadap program yang dinilai sebagai langkah strategis untuk masa depan generasi muda Aceh Utara.
Dedi menyebutkan, MBG bukan hanya solusi gizi, melainkan juga inovasi pembangunan berbasis masyarakat.
“Ini adalah program visioner. Anak-anak kita mendapatkan makanan sehat, sementara masyarakat juga merasakan dampak ekonomi. Saya berharap kapasitas MBG dapat kita tingkatkan hingga 4.000 porsi per hari agar lebih banyak sekolah bisa terlayani,” ungkapnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, MBG diyakini akan menjadi model percontohan nasional dalam mendukung gizi pelajar sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
“Rumah Makan Bergizi MBG adalah bukti nyata bahwa Aceh Utara siap melahirkan generasi emas Indonesia,” tutup Dedi. (Muliadi)




