Limapuluh kota — starbpknews.id — Sebuah bangunan berklir hijau tosca dengan kombinasi putih dan hijau terang baru saja selesai dibangun di Jorong Kabindu Nagari Labuah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota.
Kesan mewah bagi siapa saja yang melintas langsung terasa, karena bangunan baru tersebut mencolok ditengah-tengah perkampungan.
Kemewahan ditengah Lingkungan Marjinal tersebut ternyata dibangun dari Dana Desa (DD) Nagari Labuah Gunuang Tahun 2025.
Peruntukan bangunan tersebut direncanakan untuk Polindes (Pondok Bersalin Desa).
RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang didapatkan media ini senilai Rp.387,013,283,43 (Nyaris 400 juta).
Tak pelak penggunaan DD ugal-ugalan mendapat sorotan tajam dari Tomas (Tokoh Masyarakat) setempat yang namanya minta tidak ditulis,
“Ironi Penggunaan Dana Desa (DD) TA 2025, Bangunan Mewah menguras Anggaran, padahal masih banyak yang butuh kucuran Dana Desa” Katanya.
“Kita bukannya tidak menerima adanya Pos Bersalin di Nagari, manfaatnya akan baik bagi ibu-ibu hamil yang menanti Persalinan, tetapi Rp 400 juta mengucur ke satu bidang Anggaran itu yang kita kritik, seandainya dikucurkan setengah saja ke Polindes, mungkin saja setengahnya bisa dimanfaatkan untuk Pembangunan yang lain didalam Nagari” Kritiknya.
Begini Laporan Warga yang diterima media ini Rabu 5/11,
Bangunan untuk Polindes dari Dana Nagari..
Lokasi :
– Jorong Kabindu
– Nagari Labuah Gunuang
– Kecamatan Lareh Sago Halaban.
– Kabupaten Limapuluh Kota.
PPK nya Pak Jorong setempat, ditunjuk langsung oleh wali nagari, Bukan dipilih oleh masyarakat.
Untuk pembelanjaan material di handle langsung oleh Kaur Pembangunan Nagari, belanjanya di toko yg di pilih oleh Wali Nagari.
Kami (masyarakat) tiap mintak lihat RAB selalu tidak mau diperlihatkan.
Selain belanja bahan, modus lainnya adalah mark-up hari kerja, Contoh kera 4 hari tapi tando tangannya 7 hari, Pekerja pun dipilih-pilih Panitia (PPK), pokoknya yang bisa di push (patuh).
Kalau untuk bahan bangunan, Semen dan sebagainya, di Nagari kami ini ado 2 toko bangunan yang qualified, tetapi :
1. Harga agak murah, tapi tak bisa main nota.
2. Harga agak mahal, tapi bisa main nota.
Beliau selalu pakai yg No.2.
Karena toko yang dipilih diduga bisa memberikan Nota kosong?
Eksekutor untuk bagian ini diduga KAUR PEMBANGUNAN a/n Rd yang merangkap jadi Asisten Wali Nagari?
Begitu Uraian Tomas diatas, Awak media meminta konfirmasi kepada Wali Nagari Labuah Gunuang Dt.Khairul Hadi dan Kepala Jorong Kabindu Dt.Kismayodi, Namun sayang keduanya tidak merespons.
( Red )




