Pemimpin Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago Umumkan Penundaan Konferensi di Timika Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah. 

Pemimpin Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago Umumkan Penundaan Konferensi di Timika Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah.

 

NABIRE, – Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago, Wolter Belau, secara resmi mengumumkan penundaan pelaksanaan Konferensi Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

 

Menurut Wolter Belau, penundaan tersebut dilakukan karena adanya sejumlah hal yang perlu diselesaikan dan dikoordinasikan lebih lanjut demi kelancaran pelaksanaan konferensi. Oleh sebab itu, kegiatan Konferensi Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago untuk sementara waktu ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.

 

Penundaan tersebut ditetapkan melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago tertanggal 10 Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis, organisatoris, serta kebutuhan koordinasi yang lebih matang guna memastikan pelaksanaan konferensi dapat berjalan dengan baik dan diikuti secara maksimal oleh seluruh peserta dari wilayah adat Mee-Pago.

 

Konferensi Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago merupakan agenda penting yang bertujuan memperkuat kelembagaan adat, mengevaluasi program kerja organisasi, serta membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak masyarakat adat, pelestarian budaya, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan di wilayah Mee-Pago.

 

“Kami berharap seluruh Dewan Adat Daerah, kepala suku, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan perwakilan masyarakat adat tetap menjaga koordinasi dan komunikasi yang baik sambil menunggu penetapan jadwal pelaksanaan konferensi yang baru,” ujar Wolter Belau.

 

Sementara itu, Sekretaris Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago, Septer Yeimo, menjelaskan bahwa penundaan konferensi dilakukan karena masih terdapat sejumlah hal yang memerlukan koordinasi dan penyelesaian internal sebelum agenda besar tersebut dapat dilaksanakan.

 

“Atas nama panitia dan pengurus Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan pihak terkait. Penundaan ini dilakukan demi memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan dengan baik sehingga konferensi dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat adat di wilayah Mee-Pago,” kata Septer Yeimo.

 

Menurut Septer Yeimo, jadwal pelaksanaan konferensi selanjutnya akan diumumkan secara resmi setelah dilakukan koordinasi dan persiapan lebih lanjut bersama seluruh Dewan Adat Daerah, kepala suku, kepala marga, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat adat yang akan mengambil bagian dalam mendukung pelaksanaan Konferensi Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago.

 

Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago menegaskan bahwa penundaan ini tidak mengurangi komitmen organisasi dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, melindungi wilayah adat, menjaga kelestarian budaya, serta memperkuat persatuan masyarakat adat di wilayah Mee-Pago yang meliputi Kabupaten Mimika, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak.

 

Pengurus Dewan Adat Papua Wilayah Adat Mee-Pago mengajak seluruh komponen masyarakat adat untuk tetap menjaga persatuan, solidaritas, dan semangat kebersamaan dalam mendukung agenda-agenda strategis lembaga adat demi masa depan masyarakat adat Mee-Pago yang lebih baik.

 

Redaksi ( Sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *