Pemda Banyuwangi Harus Resilien Menghadapi Efeksiennsi Anggran Jangan Mengeluh .

Pentingnya resiliensi atau kemampuan beradaptasi, bagi pemerintah daerah, adalah kunci. Pemda harus tangguh, jangan cengeng apalagi mengeluh dalam menghadapi ketidak pastian.
Mengapa Resiliensi Tinggi adalah kunci bagi Pemerintah Daerah di tengah ketidakpastian global, perubahan iklim, potensi bencana alam, hingga disrupsi ekonomi seperti pandemi, dan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Pemda tidak lagi bisa bekerja dengan pola “bisnis seperti biasa” (business as usual). Kemampuan resiliensi—yaitu kapasitas untuk menyerap guncangan (shock), beradaptasi, dan bangkit kembali dengan lebih kuat—menjadi kebutuhan mutlak bagi pemda dalam menyelenggarakan pemerintahan yang berkelanjutan.

Mengapa Resiliensi Pemda sangatlah penting?
Ketahanan terhadap krisis berkelanjutan pemda yang resilien mampu bertahan dari krisis keuangan, bencana alam, maupun krisis sosial-ekonomi tanpa menghentikan pelayanan publik yang krusial.

Tanpa resiliensi, daerah akan rentan lumpuh saat menghadapi tantangan.

Keamanan anggaran dan ekonomi kemandirian keuangan adalah fondasi resiliensi. Pemda harus mampu mengelola anggaran yang tangguh agar tetap dapat membiayai belanja daerah meski terjadi penurunan pendapatan atau peningkatan kebutuhan mendesak.

Resiliensi yang tinggi mencerminkan kemampuan aparatur birokrasi dalam menyelesaikan masalah berdasarkan regulasi, bukan hanya bergantung pada pusat. Ini memperkokoh otonomi daerah, di mana daerah mampu berinovasi dan adaptif.
Mitigasi bencana secara efektif mengingat Indonesia rawan bencana, pemda wajib mengintegrasikan mitigasi bencana dalam kebijakan pembangunannya (struktural dan non-struktural) untuk mengurangi risiko dan melindungi masyarakat.

Membangun Pemda yang Resilien menurut Profesor Pius Lustrilanang, ada beberapa dimensi yang perlu ditingkatkan, di antaranya:
1. Kepemimpinan (Leadership Capabilities): Pemimpin yang cepat mengambil keputusan tepat dalam situasi krisis.
2. Teknologi Informasi: Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi dan transparansi pelayanan di situasi darurat.Konektivitas dan Inovasi: Berpikir agile (gesit) dan terus berinovasi dalam mengelola sumber daya lokal.

Kesimpulan kemampuan resiliensi pemda bukan hanya tentang “bertahan hidup” saat ada bencana, tetapi tentang kemampuan untuk bangkit dan beroperasi kembali dengan cepat. Pemda yang tangguh akan melahirkan komunitas masyarakat yang aman, stabil secara sosial, dan maju secara ekonomi, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan nasional.

Jangan mengeluh.. kami masyarakat siap perada di belakang kalian, mendukung, untuk keadaan yang lebih baik.

Pewarta ( Eko )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *