Banyuwangistarbpknews.id,_ Keluarga Besar Abah Nur Kamzi melaksanakan Tradisi adat Jawa Boyongan Rumah putranya dan tasyakuran serta kirim doa leluhurnya. Salah satu tradisi adat jawa yang dilakukan bagi rumah tangga baru yang mau tinggal dan bertempat di rumah baru yang mau dihuni. Kegiatan Boyongan Rumah tersebut pasutri (pasangan suami istri) atas nama Saeful-Eka Kristiani, mereka adalah anak dan menantu Abah Nur Kamzi yang bertempat tinggal di dusun Temurejo Desa Temurejo kecamatan Bangorejo Banyuwangi, Minggu malam Senin ( 09/02/2025).
Abah Nur Kamzi menuturkan,”Keluarga kami wong jawo jadi kami tidak aka menghilangkan tradisi adat jawo, memang benar keluarga kami agama Islam,tapi Islam Jawa harus ikut tatanan jawo bukan Arab,” tuturnya.
“Kami sekeluarga melaksanakan Boyongan Rumah ini buat anak ku Saeful dan istrinya bernama Eka Kristiani agar mendapatkan keberkahan Allah SWT, seger ayem, dimudahkan rezeki nya dan barokah. Alhamdulillah yang hadir acara malam ini lebih dari 100 orang dan satu pleton hadir serta kelompok patayad juga hadir.
Pasangan keluarga baru diiring rombongan dari tempat asal ketempat tinggal yang baru dengan membawa perabotan rumah tangga,diantaranya tikar,bantal,sapu dan perabotan dapur.
Dia menambahkan,” Tradisi boyongan rumah adalah tradisi adat Jawa yang dilakukan keluarga kami untuk anak ku ini atau keluarga pindah rumah. Tradisi ini melibatkan tetangga yang terdekat untuk membantu proses pindah rumah.
Tradisi boyongan rumah memiliki maksud dan tujuan, dengan harapan,”
Memohon keselamatan dan keberkahan.
Mengundang energi positif dan membersihkan rumah dari energi negatif.
Bersilaturahmi dengan tetangga baru.
Memohon doa restu agar dapat hidup rukun di lingkungan baru
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam tradisi boyongan rumah; diantaranya:
Membawa perabotan rumah tangga.
Menggelar kenduri atau acara makan bersama.
Memanjatkan doa khusus leluhurnya.
Memberikan uang “sangu(saku)”
Mengadakan syukuran di rumah baru dengan mengundang keluarga atau tetangga.
Menjalin silaturahmi dengan tetangga sekitar,”pungkas Abah Nur Kamzi.
(A. Jwn bpk)




