Muhamad Kasuba: Memantik Estafet Kepemimpinan Melalui Kepercayaan, Bukan Warisan Kekuasaan

 

 

BERITA :STARBPKNEWS.ID
Halmaherah selatan,Maluku utara – Di tengah krisis keteladanan dan cepatnya rotasi wajah politik di berbagai daerah, Maluku Utara menyimpan satu nama yang tak lekang oleh zaman: Muhamad Kasuba. Sejak era pemekaran provinsi ini, ia telah menjadi figur sentral dalam narasi pembangunan dan dinamika kekuasaan lokal. Namun, lebih dari sekadar bertahan sebagai tokoh senior, Muhamad Kasuba membuktikan bahwa kepemimpinan bisa diwariskan tanpa mencederai demokrasi melainkan melalui kepercayaan dan rekam jejak nyata.

Salah satu hal yang paling menarik adalah keberhasilannya mendorong dua anaknya ke panggung politik yang tidak main-main. Basam Kasuba kini menjabat sebagai Bupati Halmahera Selatan, melanjutkan jejak sang ayah dengan visi kepemimpinan yang membumi dan diterima luas oleh masyarakat. Sementara itu, Izudul qosam Kasuba melangkah lebih jauh, menjadi anggota DPR RI mewakili suara Maluku Utara di tingkat nasional.

Bagi sebagian orang, ini mungkin bisa dibaca sebagai lahirnya dinasti politik. Namun jika ditilik lebih dalam, keberhasilan ini bukan semata hasil kekuatan nama besar, melainkan buah dari trust capital yang dibangun Muhamad Kasuba selama puluhan tahun. Rakyat Halmahera Selatan dan Maluku Utara tidak memilih karena mereka anaknya siapa, melainkan karena mereka percaya bahwa nilai-nilai dan kepedulian yang diwariskan Muhamad Kasuba masih hidup dalam sosok Basam dan qosam .

Muhamad Kasuba tidak sedang membangun dinasti dalam pengertian negatif, tetapi ia menanam benih kepemimpinan yang tumbuh melalui proses, pengabdian, dan hubungan erat dengan masyarakat. Dalam konteks lokal, ini adalah bukti bahwa politik bisa berakar dari kepercayaan yang kuat, bukan semata strategi elektoral.

Keberlanjutan kepemimpinan Kasuba di Maluku Utara adalah contoh bagaimana seorang tokoh mampu menjaga relevansi bukan hanya lewat dirinya sendiri, tetapi melalui regenerasi yang terarah dan disertai kapasitas. Ia telah menjadikan politik sebagai ruang pengabdian yang bisa diwariskan, asalkan nilai-nilai dasarnya tetap dijaga.

Dengan kata lain, Muhamad Kasuba tak hanya mencetak sejarah, tapi juga sedang menulis masa depan. Bukan untuk dirinya, tetapi untuk daerah yang ia cintai sepenuh hati,”Tutupiswan Ahmad

(Sulfi/starbpknews.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *