Medan.Sumatera Utara ,Perkuat Pemerataan Pembangunan Edi Hasan Dukung Pembetukan Provinsi Dan Tapanuli .

Berita – starbpknews.id.

Medan Sumatera Utara + Wilayah sumut terlalu luas untuk sebuah provinsi.
Akibatnya pembangunan sulit di jalankan secara merata,untuk mendukung pembangunan yang berkeadilan.

Paslon gubernur dan wakil gubernur sumut lima tahun kedepan siap memperjuangkan pemekaran kabupaten nias dan kawasan tapanuli menjadi provinsi baru di indonesia.
“Pemekaran ini bukan soal politik,tapi lebih pada tujuan demi keadilan dan pemerataan pembangunan.”Kata calon-calon wakil gubernur Hasan Basri Sagala dalam debat publik ketiap pilgub sumut di Tiara Convertion Center Medan Rabu (13/11/2024) malam.

Karena itulah,kepulauan nias maupun kawasan Tapanuli menurut Hasan Basri Sagala,untuk pemerataan,keadilan dalam sektor pembangunan.
Diungkapkan Hasan Basri Sagala dengan APBN sumut Rp.13,5 triliun,dimulai belum mampu memberikan pemerataan dan keadilan dalam pembangunan di sumut ini.

Sehingga paslon nomor urut 2 berkomitmen untuk memperjuangkan pemekaran tersebut.

Pemekaran di sumut bisa dilakukan ini pemerintah pusat 10 tahun,baru ini moratorium di indonesia ini sebagai sumber bisa terlaksana di sumut ini.
Seharusnya moratorium harus dicabut agar bisa dilakukan pemekaran untuk pembangunan yang dirasakan di sumut ini.”sebut Hasan.

Menyikapi apa yang di sampaikan paslon nomor urut 2,calob gubernur sumut nomor urut 1.Bobby Nasution mengatakan dirinya sudah berkeliling beberapa kabupaten Toba,memang mau mekar dari sumut ini.Namun Bobby mengatakan pemekaran ini jauh menjadi isu politik saja,karena meraih suara tidak boleh,”kalau kami mau dimekarkan kami setuju.

Provinsi sumut harus masuk jangan dimekarkan,karena tidak dibangun dimekarkan.Dengan kesan yang baik sudah dibangun,”ucap Bobby Nasution.
Sepertinya bobby nasution malu isu pemekaran ini telah dilakukan menjadi bagian dari program edi rahmayadi.
Mendengar pernyataan itu Hasan merampukan menurutnya tidak benar bahwa isu pemekaran terus berhembus saat pilkada sumut untuk meraup suara.
Karena pernyataan disampaikan paslon nomor urut 1,bagian dari subtema dalam debat tersebut terkait wacana pemekaran daerah.

Yang katakan isu politik siapa Pak Bobby demi keadilan pembangunan,demi pemerataan keadilan,sumut perlu di mekarkan tidak isu politik,”sebut Hasan.
“Bapak yang mengatakan isu politik saja,jangan dibawa kemana mana.jangan dibohongi masyarakat.

Saya enam hari ke nias dan dan berkeliling ke nias butuh pemekaran demi keadilan dan pemerataan pembangunan”jelas Hasan lagi.Bobby pun terdiam ,tak bisa berkata apa.Bobby selama debat lebih banyak memunculkan ucapan yang retorik tanpa isi.Bisa dipahami sebab menantu mulyono ini tidak paham konsep pemekaran provinsi,berbeda dengan edi rahmayadi yang sudah berpengalaman memimpin sumut.

(Starbpknews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *