“Kekosongan Jabatan Dirut Tirta Sago Payakumbuh Memprihatinkan, Publik Desak Transparansi”*

Payakumbuh — starbpknews.id — Jabatan Direktur Utama (Dirut) di Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Sago Payakumbuh telah berakhir sejak Rabu (25/6/25), menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap pelayanan masyarakat. Publik dan DPRD setempat mendesak Walikota Payakumbuh, Zulmaita, untuk segera membentuk panitia seleksi (pansel) guna merekrut Dirut baru yang profesional dan berintegritas.

 

Masyarakat Payakumbuh berharap proses seleksi calon Dirut baru dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga masyarakat dapat memantau dan menilai kualitas calon yang dipilih. Mereka khawatir jika posisi Dirut diisi oleh orang yang tidak profesional, melainkan orang titipan elit politik atau birokrasi yang hanya mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok.

Ada indikasi bahwa Walikota Payakumbuh ingin mempertahankan Dirut lama, meskipun masa jabatannya telah berakhir. Namun, ada pihak tertentu yang berusaha untuk menggantikannya dengan calon mereka sendiri. Pengamat sosial Arnovi Sutan Mudo berharap Walikota berani memotong praktek kolusi dan nepotisme di PDAM Tirta Sago, sehingga perusahaan dapat berjalan secara profesional dan melayani masyarakat dengan baik.

Publik Payakumbuh menuntut Walikota untuk:

1. Membentuk panitia seleksi (pansel) yang independen dan profesional untuk merekrut Dirut baru.
2. Melakukan proses seleksi yang transparan dan akuntabel, sehingga masyarakat dapat memantau dan menilai kualitas calon yang dipilih.
3. Menghentikan praktek kolusi dan nepotisme di PDAM Tirta Sago, sehingga perusahaan dapat berjalan secara profesional dan melayani masyarakat dengan baik.

Dengan demikian, publik berharap PDAM Tirta Sago dapat menjadi perusahaan yang profesional dan melayani masyarakat dengan baik, serta tidak lagi menjadi ladang kepentingan pribadi atau kelompok

Mahwel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *