Aceh Utara. Starbpknews.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, berlangsung meriah. Tahun ini, perayaan semakin istimewa karena bertepatan dengan 20 tahun perdamaian Aceh pasca penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Berbagai kegiatan digelar mulai dari perlombaan olahraga hingga karnaval, sebagai wujud kebersamaan masyarakat serta sarana menanamkan nilai nasionalisme pada generasi muda.
Camat Baktiya, Bakhtiar, S.Sos, menyebut kegiatan ini lahir dari kerja sama Muspika, sekolah, dan pemerintah gampong melalui forum geuchik.
“Menurut saya acara ini sudah sangat maksimal. Perlombaan yang kita adakan merupakan hasil kekompakan pendidikan dan pemerintahan. Semua ini demi menumbuhkan semangat nasionalisme, kekompakan anak didik, serta mempererat silaturahmi antar desa di Baktiya,” ujarnya.
Perlombaan yang digelar cukup beragam, mulai dari voli putra, sepak bola, tarik tambang, gerak jalan, sepeda santai, hingga cerdas cermat. Tak hanya itu, ada pula lomba Tahfidz Qur’an tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat.
Acara puncak akan ditandai dengan karnaval dan pertunjukan drumband pada 17 Agustus pukul 14.00 WIB. Pada malam harinya, panitia akan mengumumkan pemenang dari seluruh perlombaan.
“Tahun depan kita menargetkan lebih banyak grup drumband. Minimal tiga sekolah bisa ikut serta, sementara tahun ini baru SMP Negeri 1 Baktiya yang tampil,” tambah Camat Bakhtiar.
Selain merayakan kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga perdamaian. Sekolah-sekolah di Baktiya dilibatkan agar siswa memahami makna mengisi kemerdekaan sekaligus merawat perdamaian yang sudah terjalin dua dekade.
“Pesan dari kegiatan ini adalah mendidik siswa agar saling menghargai meskipun berasal dari sekolah yang berbeda, serta mengenang jasa para pahlawan,” ujar salah satu kepala sekolah yang turut menjadi panitia.
Setelah beberapa tahun vakum akibat pandemi Covid-19, masyarakat tampak begitu antusias. Guru, siswa, hingga warga desa ramai mengikuti berbagai perlombaan hingga acara puncak.
“Kami bekerja sama antara Muspika, kepala sekolah, guru, geuchik, dan masyarakat. Harapannya, generasi muda dapat menjaga perdamaian, mengisi kemerdekaan, serta tumbuh menjadi generasi cerdas dan berkarakter,” kata Zulyaden, Ketua Seksi Kegiatan Siswa.
Melalui peringatan ganda ini, pemerintah kecamatan bersama masyarakat berharap semangat persatuan, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman semakin kokoh.
“Harapan kami, putra-putri Indonesia, khususnya generasi Aceh, mampu merawat kemerdekaan dan menjaga perdamaian dengan baik demi masa depan bangsa,” tutup Camat Bakhtiar.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menegaskan pihaknya berkolaborasi penuh dengan Pemkab Aceh Utara dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Kami mengikuti arahan Pemkab melalui surat edaran agar seluruh instansi, termasuk sekolah, memasang atribut kemerdekaan, mengibarkan bendera Merah Putih sejak 1 Agustus, serta menggelar kegiatan yang menumbuhkan semangat nasionalisme,” ungkapnya.
Disdikbud juga menyiapkan berbagai agenda, mulai dari lomba di sekolah, upacara bendera, hingga aksi sosial di lingkungan pendidikan, dengan tujuan memperkuat rasa kebangsaan di kalangan pelajar dan masyarakat.
(Muliadi)




