HRD dan Bupati Aceh Utara Tinjau Proyek Strategis Nasional: SPAM Langkahan Jadi Prioritas Utama

 

Aceh Utara, Starbpknews.id – Anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan M. Daud (HRD) bersama Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah WA) dan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan lapangan dalam agenda reses masa sidang 2025, Senin (6/10/2025).
Kunjungan ini meninjau sejumlah proyek infrastruktur strategis nasional yang tengah digarap di Kabupaten Aceh Utara.

SPAM Langkahan Jadi Fokus Utama

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dari Kantor Bupati Aceh Utara, dengan titik pertama di Jembatan dan Jalan Rel Panton Labu, bagian dari proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Panton Labu–Langkahan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil (Ayah WA) menegaskan bahwa pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Langkahan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Proyek ini mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Langkahan, dengan proses tender dimulai Oktober 2025 dan kontrak kerja awal 2026.

“Kami berharap proyek ini segera terealisasi agar masyarakat Langkahan dan sekitarnya bisa menikmati akses air bersih yang layak,” ujar Bupati Ismail A. Jalil.

SPAM Langkahan akan memanfaatkan dua sumber air potensial, yakni Krueng Jambo Aye dan Krueng Kerto, yang dinilai mampu memasok air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Berdasarkan rundown resmi kegiatan reses, rombongan HRD dan Bupati Ayah WA meninjau enam titik proyek strategis nasional dan daerah, meliputi:

1. Jembatan dan Jalan Rel Panton Labu (08.30–08.50 WIB) – bersama Ditjen Bina Marga.

2. Ruas Jalan IJD Panton Labu–Langkahan (09.00–09.40 WIB) – peningkatan konektivitas antarkecamatan.

3. IPA Langkahan – Lokasi SPAM Baru (09.45–10.45 WIB) – bersama Ditjen Cipta Karya dan Ditjen SDA.

4. Kawasan Transmigrasi Babussalam, Unit 5 (11.00–11.30 WIB) – meninjau lintas sektor irigasi, air bersih, dan sanitasi.

5. Abrasi Pantai Lhok Puuk, Seunuddon (14.30–15.00 WIB) – lokasi terdampak abrasi yang menjadi perhatian Ditjen SDA.

6. Bendung D.I. Krueng Pasee (16.00–16.30 WIB) – salah satu sumber utama pengairan pertanian wilayah tengah Aceh Utara.

Kegiatan ditutup dengan makan malam di Bireuen (Sate Apaleh) sebagai penanda berakhirnya agenda kunjungan lapangan hari itu.

Dalam sambutannya, H. Ruslan M. Daud (HRD) menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi V DPR RI terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur strategis nasional di Daerah Pemilihan (Dapil) II Aceh.

“Kami ingin memastikan aspirasi rakyat benar-benar diwujudkan melalui pembangunan nyata. Infrastruktur dasar seperti air bersih, jalan, dan irigasi adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda,” tegas HRD.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang telah menyediakan lahan dan dokumen pendukung dengan cepat, serta berkomitmen mempercepat proses administrasi menuju pelaksanaan tender.

Dari hasil pemantauan lapangan, disepakati beberapa langkah strategis percepatan pembangunan, antara lain:

1. Tender SPAM Langkahan akan dilaksanakan pada Oktober 2025.

2. Pemkab Aceh Utara diminta menyiapkan seluruh dokumen dan lahan sebelum kontrak dimulai.

3. Komisi V DPR RI akan mengawal penuh percepatan proyek strategis nasional di Aceh Utara.

4. Kementerian PUPR menjamin sinergi lintas direktorat untuk memastikan proyek air bersih, jalan, dan irigasi berjalan sesuai target.

Kunjungan lapangan ini menjadi bukti nyata sinergi antara DPR RI, Kementerian PUPR, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar.
Dukungan penuh dari Komisi V DPR RI diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Aceh Utara. (Muliadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *