Garda Prabowo OKU Ultimatum Pemerintah: Hentikan Angkutan Batubara Perusak Lingkungan atau Rakyat Bergerak!

 

Oku Baturaja starbpknews.id
Kerusakan jalan nasional, ancaman keselamatan, dan kehancuran lingkungan akibat aktivitas angkutan batubara di Ogan Komering Ulu (OKU) kini memicu ledakan amarah rakyat. Garda Prabowo OKU, organisasi masyarakat yang mengatasnamakan suara nurani rakyat, bersiap mengguncang jalanan dengan aksi damai besar-besaran, menuntut penghentian total operasi angkutan batubara yang dinilai biang kerok bencana sosial dan ekologis di wilayah ini.

Dipimpin oleh Rimbun Jaya sebagai Koordinator Lapangan dan Yulis Idham Kholik sebagai Koordinator Aksi, Garda Prabowo OKU menegaskan bahwa perjuangan ini murni lahir dari kesadaran rakyat, bukan bermuatan politik. Mereka menyuarakan kepedihan masyarakat yang selama ini merasa diabaikan oleh pemerintah pusat maupun daerah terhadap kerusakan parah di lingkungan mereka.

Jalan nasional yang menghubungkan Tanjung Enim, Lahat, hingga Baturaja kini rusak berat akibat ribuan truk batubara yang setiap hari melintas. Selain merusak infrastruktur, kehadiran angkutan berat ini juga meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas serta memperparah polusi udara dan suara yang mengancam kesehatan ribuan warga setempat.

Dampak buruk aktivitas ini tidak hanya berhenti pada infrastruktur. Sungai-sungai alami seperti Sungai Ogan juga turut menjadi korban. Pencemaran air, penyempitan badan sungai, hingga ancaman banjir besar kini membayangi masyarakat, diperparah oleh pembangunan jembatan PLTU Keban Agung yang diduga dilakukan tanpa izin resmi.

Garda Prabowo OKU mengajukan lima tuntutan tegas dalam aksinya: menghentikan seluruh operasi angkutan batubara di jalan nasional, menangkap pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan jembatan ilegal di PLTU Keban Agung, menindak tegas PT Abadi Ogan Cemerlang atas dugaan penambangan ilegal di hutan produksi, memproses hukum PT Prima Lazuardi Nusantara atas operasi tanpa izin lingkungan, serta menuntut realisasi janji keterlibatan tenaga kerja lokal.

Feriyandi, Ketua Satgas Prabowo Sumatera Selatan, memberikan dukungan penuh terhadap aksi ini. Menurutnya, keberanian rakyat untuk melawan kezaliman korporasi besar patut mendapat dukungan luas. Ia memperingatkan bahwa bila pelanggaran ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga akan memperdalam ketimpangan sosial dan ekonomi.

Feriyandi mengingatkan, ketidakadilan yang dibiarkan terlalu lama berpotensi memicu konflik horizontal antarwarga. Ia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas, sebelum situasi menjadi tidak terkendali dan rakyat mengambil langkah lebih ekstrem untuk membela hak-haknya.

Garda Prabowo OKU juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat — mulai dari LSM, mahasiswa, hingga tokoh adat dan agama — untuk bersatu dalam gerakan ini. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya tentang jalan yang rusak, melainkan tentang mempertahankan hak atas lingkungan hidup yang sehat untuk generasi mendatang.

Aksi ini direncanakan berlangsung secara damai dengan tetap mengutamakan ketertiban umum. Namun Garda Prabowo OKU memperingatkan, jika tuntutan mereka diabaikan, mereka siap mengerahkan gelombang aksi yang lebih besar, lebih masif, dan dengan tekanan yang jauh lebih keras terhadap pemerintah dan pihak terkait.

“Ini peringatan keras dari rakyat! Jika negara terus abai, jangan salahkan rakyat bila jalanan OKU berubah menjadi medan perlawanan demi mempertahankan hak hidup dan masa depan anak cucu kami,” tegas Garda Prabowo OKU dalam seruannya.
( Ahmad sarifudin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *