Dinas PU Pengairan Banyuwangi Gelar Tradisi” BuBak Bumi” Di Dam Karangdoro, Wujud Rasa Syukur

Banyuwangi, starbpknews.id – Karangdoro – Kegiatan Bubak Bumi Dam Karangdoro – Tegalsari -Banyuwangi.

Acara tersebut merupakan rutinitas tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas PU Pengairan Banyuwangi dan memberikan anak yatim piatu.

Kegiatan tersebut dihadiri : Forpimda, Kadis PU Pengairan DR.Ir Guntur Priambondo, Dandim,Kapolresta Banyuwangi,Kadis Dispenduk capil (Juang), Kosda se-Banyuwangi serta Hipa, forpimka Tegalsari,dan ketua Askab Budi kades Karangbendo-Blimbingsari. Selain itu juga kades se-Banyuwangi menghadiri kegiatan Ritual Bubak Bumi, tokoh masyarakat yang ada di Desa Karangdoro,Senin (30/09/2024).

Dalam sambutannya Kadis PU Pengairan Banyuwangi menyampaikan,”Dam Karangdoro 26.165Ha Baku sawah ( Induk Hippa di Baru).

Lebih dalam lagi,” Menurut sejarah Dam Karangdoro dibangun sejak tahun 1921,oleh Insinyur pribumi yang berasal dari Jawa Tengah Ir Supeno,dengan menggunakan tenaga kaum”Perantaian).
Nama Karangdoro berasal dari kota” karang”yang berarti” karang/rancangan “dan” Doro” yang berarti ” Belanda yang berkuasa saat itu.
Sehingga nama Karangdoro berarti bendungan yang direncanakan oleh Belanda.
Musibah banjir tahun 1929 yang menyebabkan kerusakan di bendung Karangdoro dikenang sebagai “belabur senin pagi”. Pembangunan kembali dilaksanakan pada tahun 1935 dan diresmikan pada masa penjajahan Jepang tahun 2942,”tutur Kadis PU Pengairan Banyuwangi DR.Ir. Guntur Priambondo

“Dam Karangdoro yang terbesar di Jatim saat itu dan penyangga Pengairan lahan pertanian 26.165Ha Baku sawah meliputi ; Korsda Pesanggaran, Korsda Bangorejo,dan Korsda Cluring.

“Ritual “Bubak Bumi ” dimulai sejak tahun 1963 untuk ritual penghormatan kpd para leluhur yang membangun bendungan Karangdoro,”pungkas Kadis PU Pengairan.

(A.Juwn bpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *