Banyuwangi Starbpknews.id.__, Festival ternak sapi di Banyuwangi tahun 2026 segera digelar bulan Mei di Desa Kedungasri – Tegaldlimo guna meningkatkan kualitas genetik ternak melalui inseminasi buatan, mengoptimalkan pakan dari limbah pertanian, serta memperkuat ekonomi rakyat dengan menjadikan sektor peternakan sebagai sumber pertumbuhan baru.
Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan mulai sosialisasi persiapan ajang bergengsi bagi para peternak, yakni Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak Tahun 2026. Langkah awal ditandai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor yang diadakan di Balai Desa Kedungasri – Tegaldlimo, Rabu (22/04/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ir. Danang Hartanto, ST., mengatakan, adapun kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer ternak, melainkan bentuk apresiasi pemerintah terhadap peternak lokal yang telah menerapkan teknologi modern.
Lebih lanjut “Kegiatan Kontes dan Bursa Ternak ini bukan sekadar ajang pamer hewan, melainkan bentuk apresiasi pemerintah kepada peternak yang berhasil menerapkan teknologi Inseminasi Buatan (IB). Kami ingin menunjukkan bahwa kualitas ternak Banyuwangi mampu bersaing di pasar nasional, sekaligus memotivasi peternak lain untuk terus meningkatkan kualitas genetik hewan ternaknya,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, drh. Nanang Sugiarto, menambahkan bahwa kontes tahun ini akan menghadirkan empat kategori utama.
Lebih lanjut “Tahun ini ada empat kategori utama yang akan dilombakan, yaitu Pedet hasil IB, Indukan hasil IB, Calon Kereman hasil IB, dan kategori Ekstrem untuk sapi dengan bobot luar biasa. Penilaian akan sangat ketat, mencakup kesehatan hewan, postur, hingga kesesuaian ciri genetiknya,” imbuhnya.
Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriyanto, S.STP., M.Si., menyampaikan, kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan program ini, termasuk penyediaan lokasi dan mobilisasi masyarakat.
“Kami di Kecamatan Tegaldlimo sangat bangga dipercaya menjadi bagian dari persiapan besar ini. Kami siap mendukung penuh, baik dari sisi penyediaan lokasi di Desa Kedungasri maupun mobilisasi massa. Kami berharap acara ini membawa dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar, khususnya UMKM dan pedagang pakan,” ungkapnya.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Kapolsek Tegaldlimo, AKP Sadimun, S.H., memastikan pihaknya bersama Koramil 0825/09 Tegaldlimo akan mengawal jalannya acara agar tetap kondusif.
“Mengingat ini adalah acara besar yang melibatkan banyak hewan ternak bernilai tinggi dan kerumunan massa, pengamanan jalur dan lokasi akan menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Kontes dan Bursa Ternak 2026 diprediksi menjadi magnet bagi pedagang dari luar daerah, terutama dengan adanya sesi bursa yang memungkinkan transaksi jual beli hewan unggulan secara langsung di lokasi.
Selain itu, keterlibatan tenaga ahli dari Puskeswan Purwoharjo dan Muncar, serta petugas paramedik veteriner, menjadi bagian penting dalam menjamin kesehatan hewan yang akan dilombakan, sehingga seluruh ternak dipastikan dalam kondisi sehat dan bebas dari wabah.
Melalui persiapan matang ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga momentum strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing peternak lokal di tingkat nasional.
Rakor ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Camat Tegaldlimo, Forkopimcam (TNI/Polri), para kepala desa, hingga tenaga medis veteriner. Pertemuan tersebut bertujuan menyinkronkan teknis pelaksanaan agar kegiatan berjalan optimal serta mampu mendongkrak ekonomi sektor peternakan di Banyuwangi.
( Red Jwn BPK )



