Mataram, starbpknews.id,- Sekitar 150 orang Massa Aksi, Formasi bersama dengan beberapa Organisasi terdiri dari (BMI, SMI, FPMR) mulai konvoi menuju kantor Wali Kota menggunakan 3 Pick-Up dan beberapa Kendaraan Pribadi, tiba di lapangan Sangkareang Massa Aksi kemudian berbaris rapi menuju Kantor Wali Kota Mataram dengan melakukan orasi secara bergantian.
Saat Korlap (Koordinator Lapangan) menyampaikan orasi dan beberapa yel yel, Massa Aksi tersebut di pukul mundur oleh beberapa Preman yang di duga disewa Wali Kota Mataram. Sekitar 10 Mahasiswa yang menjadi relawan di lokasi penggusuran di pukul secara membabi buta, 2 orang di larikan ke Rumah Sakit.
Rian, yang bertugas sebagai Korlap harus di larikan ke Rumah Sakit karena mengalami beberapa luka akibat di pukul, dan di tabrak menggunakan kendaraan roda dua (motor) bahkan di kejar menggunakan Sajam.
Massa Aksi kemudian berkumpul di Aula Taman Sangkareang untuk menenangkan diri dan berdiskusi mengenai aksi tindak lanjut. Setelah beberapa menit menenangkan diri, Massa aksi kembali konvoi menuju Polda NTB dan Rumah Sakit Bhayangkara untuk melakukan Laporan Kepolisian terhadap tindakan Premanisme dan melakukan Visum.
Hingga pukul 15:50 Wita, Massa Aksi masih menunggu proses Penyidikan oleh pihak Kepolisian. (14/5/2025)


