Buku Rekening Dilempar ke Lantai, Bank BPD Halsel Dituding Arogan, Diskriminatif, dan Injak Martabat Petani

Labuha, starbpknesw id.senin 22/12/2025 Dugaan praktik pelayanan buruk dan tidak berperikemanusiaan mencuat di Bank BPD Cabang Halmahera Selatan. Sejumlah kelompok tani dan warga mengaku menjadi korban perlakuan arogan oknum pegawai bank, mulai dari tindakan merendahkan hingga dugaan diskriminasi dalam proses pencairan dana.

Menurut keterangan masyarakat, insiden memalukan itu terjadi saat kelompok tani hendak mencairkan dana. Oknum pegawai Bank BPD diduga melempar buku rekening ke lantai, disertai ucapan kasar dan nada menghina. Tindakan tersebut dinilai bukan sekadar kelalaian pelayanan, melainkan pelecehan terhadap martabat masyarakat kecil.
“Kami tidak dilayani sebagai manusia. Buku rekening dibuang ke lantai, kami dimaki. Padahal kami datang untuk urusan resmi dan sah,” ungkap perwakilan kelompok tani dengan nada kecewa.

Perlakuan tidak pantas itu diperparah dengan dugaan pelayanan yang sengaja diperlambat. Warga mengaku dipaksa menunggu sejak pukul 08.00 pagi hingga 18.00 sore tanpa kejelasan pencairan. Ironisnya, di waktu yang sama, sejumlah nasabah lain justru disebut bisa mencairkan dana dengan cepat.

Situasi ini memicu kecurigaan adanya praktik diskriminasi dan pilih kasih di internal Bank BPD Cabang Halmahera Selatan. Masyarakat menilai pencairan dana hanya dipermudah bagi pihak-pihak tertentu yang memiliki kedekatan dengan pegawai bank atau memiliki posisi sosial tertentu, sementara kelompok tani dan warga biasa justru dipersulit tanpa penjelasan transparan.

“Kami menduga ada permainan. Yang punya kedekatan bisa cair cepat, sementara petani dipinggirkan dan diperlakukan semena-mena,” tegas salah satu warga.
Dugaan ini menjadi pukulan serius bagi citra Bank BPD sebagai lembaga keuangan daerah yang seharusnya hadir untuk melayani dan memberdayakan masyarakat, bukan justru memperlakukan petani dengan sikap arogan dan diskriminatif. Perilaku oknum pegawai tersebut dinilai mencoreng nama institusi dan berpotensi menghambat roda ekonomi desa.

Atas kejadian ini, masyarakat mendesak pimpinan Bank BPD, Pemerintah Daerah, serta instansi pengawas untuk segera turun tangan melakukan audit internal dan pemeriksaan etik. Mereka menuntut sanksi tegas terhadap oknum pegawai yang diduga melakukan pelanggaran moral dan etika pelayanan publik.

Jika tidak ada langkah konkret, masyarakat menyatakan siap membawa persoalan ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ombudsman Republik Indonesia sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik pelayanan yang dinilai tidak adil dan merendahkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank BPD Cabang Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

( FS)
Media starbpknesw id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *