Payakumbuh, — starbpknews.id — Belum genap satu tahun menjabat, isu keretakan di antara pimpinan tertinggi Kota Payakumbuh mulai mencuat. Kabar ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama setelah adanya sinyalemen “bubarnya ciek kamudiak di KA ilia” (perpecahan di antara yang memegang kendali).
Menurut seorang tokoh masyarakat Kota Payakumbuh yang dikenal dengan nama Om Saii, kondisi ini diduga dipicu oleh pengaruh bisikan-bisikan dari pihak ketiga. “Entah jadi apa Kota Payakumbuh ini jadinya, antara orang nomor satu sama nomor dua tidak bersatu,” ujarnya dengan nada prihatin.
Om Saii, yang mengaku tidak berada dalam lingkaran orang nomor satu maupun nomor dua, menyampaikan prinsipnya. “Siapa jadi laki Amak awak, itu lah bapak saya,” tegasnya, yang berarti dirinya mendukung siapapun yang memimpin.
Lebih lanjut, Om Saii menyoroti pentingnya kebijakan yang diambil oleh pimpinan tertinggi. “Dalam organisasi ada ketua dan ada wakil ketua, bisa kita berdiskusi, ibaratnya baiyo-iyo (bermusyawarah) di dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Jika pimpinan tidak solid, dikhawatirkan roda pemerintahan akan terganggu dan pembangunan kota menjadi terhambat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait mengenai isu keretakan ini. Masyarakat berharap agar para pemimpin Kota Payakumbuh dapat segera menyelesaikan perbedaan dan kembali bersatu demi kemajuan kota.
( Mahwel )




