Ketapang,starbpknews.id–Kalbar 5 Januari 2026 Kalbar Pemutusan jalan alternatif bagi perusahaan perkebunan PT.BGA bukan lagi menjadi hal yang sulit,bahkan dinilai sudah menjadi budaya demi memenuhi standar keamannya tanpa melihat aspek keseharian warga setempat diwilayah nya.
Pasalnya jalan alternatif warga yang digunakan untuk keseharian warga mengambil pakan ternak dan kerja menuju perusahaan PT WHW tergolong sangat cepat,namun sekarang ada budaya keamanan perkebunan warga tetap sabar dan berat hati memilih jalan jalan yang memutar demi memenuhi tanggung jawab sehari hari.
Warga diwilayah perkebunan PT.BGA tergolong aman dalam hal menuntut ,portal atau sejenisnya,namun bukan tidak pernah,akan tetapi sangat disayangkan perusahaan yang harus nya berpengang pada prinsip sosial yang mengedepankan koordinasi hanya menjadi harapan warga diwilayahnya,
Kita berharap perusahaan harus lebih intens melihat kesereharian warga sekitarnya, ini menjadi kritik keras,tak jarang mobil oknum perusahaan juga melewati jalan propinsi dengan kelajuan melawati 20km/jam,banyak jalan umum yang ditumpuk latrit hingga berhari hari-hari.
Apakah itu aturan yang sebanarnya pada umumnya,ini harus menjadi catan serius dimana rasa aman itu seharusnya,membiarkan warga yang diam pada aturan itu sama saja jatuh kesarang macan sedang tidur pula.
Saya mengerti perusahaan lebih paham aturan,sebagaimana yang sudah diatur dalam amdal/MOU sebelum membuka perkebunan jelas juga dalam uu perkebunan
Jika janji adalah hutang maka penuhi tanggung jawab,jangan demi target lupa tanggung jawab,saya selaku pemuda dayak sangat meyayangkan hal semena mena perusahaan yang demikian,dan ini harus menjadi hal terakhir yang dilakukan perusahaan,dan ini harus menjadi catatan terahir jika kita sama sama menginginkan hubungan silahtorumi tetap terjaga
Sumber : Natalius




