Banda Aceh,starbpknews.id.– Seorang personel Satlantas Polresta Banda Aceh, Aipda Abdul Ghafar (39), menjadi korban saat berupaya membubarkan aksi balap liar di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, pada Jumat (10/4/2026).
Insiden tragis ini terjadi ketika korban, yang sedang melakukan penertiban bersama warga sekitar, disebabkan oleh salah satu tak terduga pelaku balapan yang melaju di lokasi tersebut. Terduga diketahui masih anak dibawah umur.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Lalulintas, Kompol Mawardi menjelaskan, korban yang juga personel Polri tersebut tak sadarkan diri sejak jelang shalat Jumat hingga sore dan masih dirawat Rumah Sakit (RS) Kesdam IM Banda Aceh.
“Polisi sampai sore belum sadar diri, ketika ditabrak korban terjatuh dan terpental sangat keras ke aspal,” ujar Kompol Mawardi, Jumat (10/4/2026).
Kasat Lalu Polresta Banda Aceh itu bercerita, awalnya diduga pelaku berinisial YA (15 tahun), warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar tanpa mengenakan helm dan tidak memiliki SIM, bersama teman yang diboncengnya melaju menggunakan vespa dari arah Pelabuhan Ulee Lheue menuju ke arah Bundaran Masjid Ulee Lheue dengan kecepatan sedang.
Sedangkan anggota Polri bersama masyarakat sedang menjalankan tugas penertiban balap liar di tempat kejadian perkara (TKP) dengan posisi berdiri di pinggir jalan. Setibanya di TKP jalan yang lurus, pengemudi vespa tersebut melihat petugas sedang melakukan penertiban balap liar.
Merasa panik, yang bersangkutan kemudian langsung meningkatkan kecepatan guna menghindar dari petugas yang sedang melakukan penertiban.
Hingga sepmor vespa tersebut langsung menabrak seorang anggota Polri yang sedang melakukan penertiban balap pembohong bersama warga setempat, ungkap Kompol Mawardi.
Selain personel Satlantas Polresta Banda Aceh yang menjadi korban, pengendara dan seorang penumpangnya kini mengalami luka-luka, serta dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh.
“Sepmor Vespa BL-4992-AAD mengalami kerusakan pada body kiri, kerugian materil ditaksir Rp 500.000,” sebut Kompol Mawardi.
Di sisi lain, Satlantas Polresta Banda Aceh terus menggencarkan program Polisi Saweu Sikula. Polri berharap dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan generasi muda, serta menciptakan lingkungan jalan raya yang lebih aman bagi semua pengguna.
Selain itu, ia juga memberikan edukasi tentang penggunaan helm SNI, kelengkapan kendaraan, dan etika berkendara yang aman, guna mencegah terjadinya pelanggaran dan Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan para siswa, khususnya saat berangkat dan pulang dari sekolah.
“Serta mendorong siswa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tutupnya.
Pewarta:(Darman).



