Lima Puluh Kota,– starbpknews.id — 27 April 2026 — Peristiwa kebakaran menimpa dua bangunan rumah adat yang menjadi warisan budaya masyarakat setempat di Nagari Situjuah Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota pada hari Senin, 27 April 2026. Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB pagi hari, menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar, namun berkat tanggap cepat petugas, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang tercatat dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata, api mulai terlihat menyala dan mengeluarkan asap tebal dari lokasi kejadian. Segera setelah melihat peristiwa tersebut, saksi yang mengetahui situasi darurat tersebut langsung menghubungi Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Kabupaten Lima Puluh Kota untuk melaporkan kejadian tersebut.
Laporan resmi dari lokasi kejadian diterima oleh pihak berwenang tepat pada pukul 10.27 WIB. Sebagai bentuk tanggapan cepat, unit petugas pemadam kebakaran segera berangkat menuju lokasi peristiwa pada pukul 10.28 WIB. Dalam perjalanan menuju lokasi, tim petugas menempuh jalur tercepat guna meminimalisir kerusakan yang mungkin terjadi. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit, pasukan petugas tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 10.43 WIB.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung membagi tugas untuk memadamkan api dan melakukan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke bangunan lain yang berdekatan. Proses penanganan dan pemadaman api berlangsung selama kurang lebih dua jam tiga puluh menit, hingga akhirnya kebakaran dapat diselesaikan secara tuntas dan situasi kembali terkendali pada pukul 13.00 WIB.
Lokasi dan Objek Kebakaran
Kebakaran terjadi di kawasan yang dikenal dengan sebutan Jago Berah Mengamuk, Nagari Situjuah Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Dua bangunan yang menjadi korban kebakaran adalah rumah adat tradisional berjenis Rumah Gadang, yaitu Rumah Gadang milik Suku Salo dan Rumah Gadang milik Suku Kutianyia. Kedua bangunan ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat setempat, selain berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat pelaksanaan berbagai kegiatan adat.
Data Korban dan Kerusakan
Akibat peristiwa kebakaran ini, tercatat kerusakan sebagai berikut:
– Bangunan yang terbakar: 2 unit Rumah Gadang
– Korban jiwa dan luka-luka: Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang tercatat
– Perkiraan kerugian materiil: Sekitar Rp300 juta, yang mencakup kerusakan pada bangunan, perabotan, serta barang-barang berharga yang berada di dalamnya
– Bangunan yang berpotensi terkena dampak: 4 unit rumah lainnya dengan luas area yang berisiko terkena jangkauan api mencapai 40 meter x 30 meter
– Bangunan yang berhasil diselamatkan: 3 unit rumah berkat upaya cepat dari tim penanganan
Data Pemilik Bangunan
Kedua bangunan yang terbakar dimiliki oleh warga setempat dengan rincian sebagai berikut:
1. Rumah Gadang Suku Kutianyia- Nama Pemilik: Alwadrim
– Usia: 65 Tahun
– Pekerjaan: Wiraswasta
2. Rumah Gadang Suku Salo- Nama Pemilik: Suriati
– Usia: 64 Tahun
– Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Penyebab dan Situasi Terkini
Sampai dengan saat ini, penyebab pasti terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dari saksi mata serta melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi kejadian untuk mengetahui akar peristiwa yang sebenarnya.
Setelah proses pemadaman selesai, situasi di lokasi kejadian dinyatakan dalam kondisi aman dan terkendali (sudah hijau). Tidak ada bahaya yang mengancam lagi dan situasi sudah kembali normal.
Tim yang Terlibat dalam Penanganan
Keberhasilan dalam proses penanganan peristiwa ini tidak lepas dari peran serta berbagai unit yang tergabung dalam tugas pemadaman dan penyelamatan. Tim yang terlibat antara lain:
– Posko Induk
– Posko Mungka
– Posko Akabiluru
– Unit Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh
– Unit Pemadam Kebakaran Tanah Datar
Peristiwa ini dipimpin langsung oleh Komandan Regu 3, Romi Eko Putra.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat berjanji akan terus melakukan penyelidikan secara tuntas untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, serta memberikan bantuan dan pendampingan kepada para pemilik bangunan yang terkena dampak guna membantu mereka memulihkan kondisi kehidupan seperti sedia kala. Selain itu, upaya pencegahan kebakaran juga akan terus ditingkatkan di berbagai wilayah untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
( Tim )




