Sumedang, Starbpknews.id.
Pembuatan jalan pada jaman dulu lebih susah dari pada jaman sekarang. Pemerintahan masa lalu untuk membangun jalan memerlukan tenaga warga masyarakat dengan kerja bakti, gotong royong mulai dari merintis jalan sampai pemasangan batu belah. Akan tetapi pada masa sekarang ini, asal mau mengajukan proposal dan pendekatan kepada Dinas Instansi terkait masalah pembangunan jalan akan terlaksana.
Bila kita melihat sepanjang jalan dari Dusun Pangauban sampai Dusun Menunggang TPT nya sangat memprihatinkan, apalagi di depan Dusun Piwelas saluran TPT nya tidak terurus, hingga hujan turun semua air masuk ke jalan utama. Ini akan mengancam terkurasnya badan jalan aspal dan terkikisnya tanah oleh air. Lama kelamaan akan bisa mengakibatkan longsor tanah. Guna mengantisipasi kejadian yang akan lebih buruk dikemudian hari, sebaiknya pihak Pemerintahan Desa Margamekar harus segera mengantisipasi nya.
Sebagaimana tanggapan dari tokoh pemuda Dusun Pangauban yang menyampaikan ke Media Starbpknews.id. Senin 16 Maret 2026, ” bahwa proses pembangunan TPT dan mengaktifkan lagi saluran sepanjang jalan tersebut harus segera diantisipasi ” , jangan dibiarkan seperti sekarang, antisipasi musibah harus sebelum kejadian jangan sesudah kejadian bencana baru ada pengerjaan. Pemerintahan Desa Maramekar itu ada Perangkatnya seperti Kepala Dusun, salah satu tugas Kepala Dusun adalah memantau wilayahnya dari segala hal, bukan hanya duduk dikursi kerja. Kepala Dusun membantu Kepala Desa di tingkat wilayah kedusunan, harus mempunyai, memiliki dan membuat progam guna membangun wilayahnya. Tutur kata Tokoh Pemuda Dusun Pangauban.
Adapun tanggapan dari warga masyarakat sekitarnya, memang betul kalau TPT jalur ini harus segera ada pembangunan, atau ada inisiatif dari Pemerintahan Desa Margamekar untuk melaksanakan suatu kegiatan, apa itu dengan cara gotong royong semua warga masyarakat se Desa Margamekar dan atau dibagi wilayah bagian -bagian tingkat Dusun. Karena jalan ini adalah jalan umum meskipun sudah masuk pemeliharaanya oleh pihak Kabupaten Sumedang. Akan tetapi pihak Kabupaten tidak akan tau jalan rusak atau TPT belum dibangunkan, kalau tidak ada pengajuan dari tingkat Desa itu sendiri.
Tiap hari pasti akan melewati jalan tersebut, dikarenakan tidak ada jalan lagi. Maka tidak mungkin kalau tidak melihat keadaan kondisi saluran air sepanjang jalan mulai dari Dusun Pangauban sampai Dusun Mumunggang. Bahkan ada dahan kayu juga jatuh tetap dibiarkan meskipun dekat dengan Kantor Desa Margamekar sendiri. Inilah yang harus ditanamkan kembali kegiatan gotong royong sauyunan memperbaiki saluran jalan, memelihara jalan supaya nyaman dipakai para pengguna dan enak dipandang mata. Oleh siapa lagi jalan atau saluran di pelihara kalau tidak oleh kita semua warga masyarakat Desa Margamekar. ( Asher Korwil Jabar.)




