Merah Putih Berkibar di Tengah Luka Banjir, Bantuan Kemanusiaan Menguatkan Warga Blang Seunong Aceh Utara

 

Aceh Utara. Starbpknews.id – Lumpur masih jelas membekas di rumah-rumah warga terdampak banjir di Desa Blang Seunong, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara. Dinding rumah menghitam, lantai licin tertutup sisa lumpur, serta perabot rumah tangga yang rusak menjadi saksi nyata penderitaan warga pascabencana.

Hingga kini, sebagian masyarakat masih berjibaku membersihkan sisa-sisa lumpur dengan peralatan seadanya, sembari bertahan dalam keterbatasan. Luka akibat bencana belum sepenuhnya pulih, baik secara fisik maupun psikis.

Pantauan media ini, Sabtu 7, Februari 2026. Sore, di tengah kondisi tersebut, Bendera Merah Putih tampak berkibar di antara lumpur dan puing-puing bangunan saat bantuan kemanusiaan tiba di lokasi. Bantuan tersebut berasal dari Posko Terpadu BNPB Korem 011/Lilawangsa, yang disalurkan melalui Aceh Orphans Center For The Children (AOCC) dipimpin oleh Ketua AOCC, Teuku Muhammad, bersama tim.

Di bawah kibaran dua warna kebanggaan bangsa, bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak, mulai dari kebutuhan pokok hingga perlengkapan darurat. Kehadiran bantuan itu menjadi secercah harapan di tengah duka yang belum sepenuhnya reda.

Merah Putih yang berkibar di antara lumpur seolah menegaskan bahwa masyarakat terdampak tidak sendiri. Di saat luka masih terasa, semangat kebersamaan dan kepedulian terus hidup, menguatkan langkah warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Dengan mata berkaca-kaca, Nurafni, salah seorang warga Desa Blang Seunong, hanya mampu mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan dari Posko Terpadu BNPB Korem 011/Lilawangsa. Ucapan sederhana itu terucap lirih, mewakili rasa haru dan syukur setelah bencana meninggalkan luka mendalam pada rumah dan kehidupannya.

Bantuan yang diterima menjadi penguat di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, terlebih menjelang Bulan Suci Ramadhan. Bagi Nurafni dan warga lainnya, uluran tangan dari Korem 011/Lilawangsa bukan sekadar bantuan logistik, melainkan bukti nyata kepedulian dan kehadiran negara saat masyarakat berada dalam situasi paling sulit.

Sementara itu, Pembina AOCC, PYM Sultan Malik Samudera Pasai Teuku Haji Badruddin Syah Zhilullah Fil ‘Alam, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Posko Terpadu BNPB Korem 011/Lilawangsa atas kepercayaan yang diberikan kepada AOCC untuk terus bersama melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut.

Ia menegaskan bahwa banjir tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu, selain bantuan logistik, upaya pemulihan psikologis atau trauma healing menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.(Muliadi/BB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *