Sofifi, starbpknesw id.masyarat Maluku Utara,merasa Salawaku yg terpampang di mesjid raya Sofifi merupakan Identitas dan eksistensi orang Maluku Utara. Kenapa harus dibongkar ada apa sebenarnya Ini adalah gambar Salawaku, perisai tradisional khas dari Kepulauan Maluku Utara yang memiliki bentuk unik seperti jam pasir dan seni ukiran yang kaya makna .
Salawaku adalah bagian penting dari warisan budaya Maluku—termasuk Maluku Utara—dan bukan sesuatu yang seharusnya “dibongkar”, melainkan dipelihara dan diperkuat. Berikut beberapa poin utama yang menjelaskan pentingnya peran Salawaku:
• Secara linguistik, salawaku berarti perisai—melambangkan ‘perlindungan’ dan ‘penangkapan’ (metafora kekuatan dan perlawanan) .
• Fungsinya bukan hanya defensif: dengan bentuknya yang ramping, pengguna bisa menangkap senjata lawan dan melakukan serangan balik menggunakan pinggiran tajam .
•
• Dibuat dari satu kayu utuh, dihiasi pola, inlay, bahkan simbol-simbol rahasia dari masyarakat adat .
• Banyak ukiran yang menggambarkan bagian-bagian tubuh: kepala, tulang belakang, mata, dll. Jumlah inlay tertentu bisa menunjukkan jumlah musuh yang dikalahkan leluhur
• Tarian Cakalele dan Hoyla menampilkan Salawaku sebagai simbol keberanian (dengan parang di tangan kanan) dan perjuangan/perlindungan (Salawaku di tangan kiri)
•
Dalam lambang resmi Daerah Maluku Utara, Salawaku bersama parang adalah simbol keberanian, perlindungan, dan identitas lokal dengan motto “Marimoi Ngone Futuru Bersatu Kita Teguh” Lambang provinsi Maluku Utara juga menampilkan Salawaku dan parang sebagai representasi heroisme dan semangat bersatu .
Kekhawatiran terhadap “dibongkar” (bisa berarti diabaikan, dilemahkan, atau dilupakan) justru menjadi alarm bahwa nilai-nilai diwariskan perlu diperbaiki dan diperkuat. Beberapa langkah yang bisa ditempuh
Memastikan representasi Salawaku dalam simbol-simbol resmi mencerminkan makna aslinya secara akurat
Menghidupkan cerita-cerita leluhur, filosofi tersembunyi, dan nilainya melalui pendidikan formal maupun acara budaya.
Menggalakkan keterampilan pembuatan Salawaku agar tetap hidup, melalui pelatihan, bantuan modal, maupun ruang promosi.
Mendukung tarian-tarian pakai Salawaku, pertunjukan tradisional, hingga festival budaya lokal.
Menginspirasi desain modern—souvenir, motif pakaian, produk kreatif—yang tetap menghormati estetika asli.
Benar sekali Salawaku bukan sekadar artefak—melainkan simbol identitas, keberanian, budaya, dan sejarah. Alih-alih dibongkar, kita perlu memperbaiki
Sebentara kadis PU provinsi masih berupaya di konfirmasi terkait dengan pembongkaran bangunan salaku yg masih terpapan di depan masjid raya kota Sofifi provinsi Maluku Utara
Penulis: Fadel salasa
Media: starbpknesw id.



