Minahasa, starbpknews.id- Kegelisahan warga Desa Timbukar, Minahasa, semakin menjadi-jadi setelah Inspektorat setempat dinilai lamban dan tidak serius menindaklanjuti rekomendasi Kejaksaan terkait dugaan korupsi di desa mereka. Padahal, Kejaksaan sudah dua kali mengirimkan surat rekomendasi, tetapi hingga dua pekan lebih, tidak ada tindakan berarti dari Inspektorat. Tokoh masyarakat, Adry Rorong, menyebut sikap ini sebagai bukti pengabaian terhadap aspirasi rakyat.
Kecurigaan semakin kuat ketika muncul isu bahwa Kuntua Desa Timbukar diduga telah menyuap oknum petugas untuk menghambat proses pemeriksaan. Masyarakat merasa dikhianati, terutama karena Inspektorat justru lebih memilih turun ke lapangan untuk audit rutin tahun 2025 alih-alih menyelesaikan kasus korupsi yang sedang viral. “Ini jelas upaya menutupi kejahatan oknum tertentu,” tegas seorang warga.
Tekanan terhadap Inspektorat semakin besar setelah warga resmi melaporkan kelambanan mereka ke Ombudsman. Surat protes juga telah diajukan, menuntut transparansi dan tindakan tegas. Namun, hingga kini, tidak ada respons memadai dari pihak berwenang. “Kami tidak mau lagi dibohongi. Jika tidak ada tindakan, kami siap turun ke jalan,” ancam perwakilan massa.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa oknum Kuntua sedang berusaha keras menghalangi investigasi, termasuk dengan cara-cara tidak etis. Masyarakat yakin ada permainan kotor di balik kelambanan Inspektorat. Jika kondisi ini dibiarkan, aksi demonstrasi besar-besaran dipastikan akan terjadi.
Bupati Minahasa kini menjadi sorotan. Warga menuntut kepemimpinan tegas untuk memerintahkan pemeriksaan independen. Tanpa langkah konkret, gelombang protes diprediksi akan meluas dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Situasi ini menjadi ujian nyata bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa. Di tengah tuntutan transparansi, Inspektorat justru terkesan defensif dan tidak bergerak. Apakah mereka benar-benar tidak peduli, atau ada kepentingan lain yang disembunyikan?
Warga sudah lelah dengan janji-janji kosong. Jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan, aksi damai bukan lagi ancaman, melainkan kenyataan pahit yang harus dihadapi pemerintah. Rakyat menunggu bukti, bukan sekadar kata-kata manis. (Tim)




