Aceh Utara, StarBPKNews.id – Tragedi kebakaran yang merenggut nyawa seorang anak di Gampong Alue Bili, Kecamatan Baktiya, menjadi pukulan telak bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Bupati H. Ismail A. Jalil, SE, MM—akrab disapa Ayah Wa—turun langsung ke lokasi kejadian dan melakukan sidak ke Pos Pemadam Kebakaran Alue Bili yang dinilai lalai dalam merespons insiden tersebut.
Dalam inspeksi mendadak itu, Ayah Wa tampak murka. Ia mendapati hanya dua dari delapan petugas yang berada di pos saat kebakaran terjadi. “Bagaimana mungkin kebakaran terjadi hanya puluhan meter dari pos, tapi tidak ada reaksi cepat dari petugas?” ujarnya geram.
Salah satu petugas beralasan sedang keluar membeli makanan ketika kebakaran melanda, pernyataan yang memicu kemarahan Bupati. “Ini bukan tempat main-main. Ini menyangkut nyawa. Siapa pun yang tidak disiplin, besok kita suruh pulang kampung,” tegasnya.
Ayah Wa menginstruksikan seluruh petugas yang tercatat piket, termasuk kepala regu, untuk menghadap langsung. Ia menyatakan akan mengganti seluruh personel yang lalai dan meminta BPBD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan.
Sementara itu, kemarahan masyarakat juga sempat memuncak. Warga mendatangi pos damkar dengan nada emosional. Namun, Bupati berhasil menenangkan situasi dan meminta warga untuk mempercayakan proses penindakan kepada pemerintah.
“Ini tanggung jawab saya. Saya tidak akan biarkan kejadian seperti ini terulang,” janji Ayah Wa di hadapan warga.
Tragedi ini juga mendorong kalangan DPRK Aceh Utara untuk mendesak pencopotan Kalaksa BPBD. Mereka menilai, lemahnya pengawasan dan disiplin internal menjadi penyebab utama gagalnya respon darurat yang fatal tersebut.
Kini, publik menanti langkah konkret Pemkab Aceh Utara. Apakah akan ada perubahan signifikan di tubuh BPBD? Ataukah kasus ini akan kembali dilupakan saat suasana mereda? (Muliadi)




