Wonogiri, 16 September 2025
Starbpk.news.id
Rahmat Imam Santosa adalah salah satu birokrat senior Kabupaten Wonogiri yang jejak kariernya konsisten menunjukkan pengabdian, dedikasi, serta komitmen kuat terhadap persatuan masyarakat. Saat ini, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wonogiri, sebuah lembaga strategis yang mengemban tugas menjaga stabilitas, kerukunan, serta sinergi antara pemerintah dan berbagai unsur masyarakat.
Perjalanan kariernya tidak instan. Ia menempuh jalur panjang birokrasi mulai dari tingkat kecamatan hingga lembaga strategis di kabupaten. Camat Manyaran menjadi salah satu pijakan penting dalam kariernya, di mana ia tidak hanya mengelola pemerintahan di wilayah, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan budaya, pengajian akbar, serta pawai pembangunan. Selepas itu, ia dipercaya menjadi Camat Wuryantoro, sebelum kemudian menempati posisi Sekretaris Badan Kesbangpol Wonogiri. Dari sana, kariernya berlanjut hingga akhirnya ia diamanahi jabatan sebagai Kepala Badan Kesbangpol Wonogiri pada 2024.
Dalam berbagai kesempatan, Rahmat Imam Santosa dikenal sebagai sosok komunikatif, terbuka, dan moderat. Ia terbiasa hadir dalam forum-forum ormas, pengajian, maupun dialog kebangsaan, di mana ia tampil bukan sebagai figur konfrontatif, melainkan sebagai penghubung dan fasilitator. Reputasinya semakin menguat ketika ia turut memprakarsai kegiatan seperti Deklarasi Zero Anarko, yang mengedepankan pentingnya ketertiban, kerukunan, dan penolakan terhadap aksi-aksi destruktif.
Sosoknya juga lekat dengan nilai-nilai religius dan kultural. Kehadirannya dalam acara keagamaan maupun budaya daerah menunjukkan kepedulian terhadap tradisi sekaligus keyakinan bahwa nilai lokal bisa menjadi perekat persatuan. Hal ini selaras dengan peran Kesbangpol yang bukan sekadar lembaga administratif, tetapi juga wahana membangun trust antara pemerintah dengan masyarakat.
Rahmat Imam Santosa yg merupakan lulusan STPDN Jatinangor 1991, adalah contoh birokrat yang mengedepankan keteladanan, kedekatan dengan masyarakat, serta sikap moderat. Reputasi positifnya lahir bukan hanya dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari cara ia menjaga harmoni, membangun komunikasi, serta mengayomi seluruh lapisan masyarakat. ( Sariman Wonogiri)



