Proses Pembangunan Saluran Irigasi Di Lokasi Longsor Dusun Nangorak Harus Terus Dilanjutkan. 

Sumedang, Starbpknews.id.

 

Bencana alam longsor di Blok Cijotang Nangorak Desa Margamekar, dengan berbagai upaya dari semua pihak baik dari unsur Pemerintahan Desa Margamekar, para Ketua RT , Ketua RW dan P3A Dusun Nangorak serta warga masyarakat yang ikut langsung kerja bakti dan warga yang membantu berupa iuran materi atau makanan lainnya . Sehingga pemasangan pipa paralon sepanjang 70 meter, dimensi lingkaran 8 inc bisa di pasang guna mengalirkan air saluran irigasi Sangiang Sri yang dibutuhkan oleh warga masyarakat sekitarnya, hari Minggu 24 Mei 2026.

 

Meskipun pipa paralon sudah bisa dipasang, dalam hal penanganan pembuatan saluran air irigasi masih belum selesai dan itu harus dibuatkan kembali salurannya. Maka kegiatan kerja bakti jangan berhenti, bahkan harus lebih giat lagi dalam hal pemeliharaan jalur irigasi dari mulai Sungapan sampai Talapakan. Begitu juga dari tingkat Pemerintah Desa Margamekar, P3A, atau Kepala Dusun, Ketua RT dan RW alangkah baiknya segera menindak lanjuti untuk pengajuan proses pembangunan TPT disekitar lokasi bencana alam longsor. Pengajuan langsung kepada Pemkab.Sumedang melalui Kantor Kememtrian PUPR Bidang Pengairan, Pertanian, Atau Bappeda Sumedang untuk mengalokasikan anggaran pembangunan Tembok Penahan Tanah ( TPT ) , menurut keterangan dari salah satu warga Cipicung.

 

Adapun tanggapan dari Ustadz Memed menyampaikan , ” bahwa proses pembangunan saluran harus tetap dilaksanakan sebagai ganti dari saluran yang tertimbun. Meskipun pipa paralon sudah dipasang, kita jangan terlena karena air sudah bisa mengalir. Justru harus lebih ditingkatkan dalam hal pemeliharaan serta pembuatan saluran lagi “.

 

Sedangkan hasil konfirmasi atau Diskusi dengan Ketua RW 06 sekaligus Ketua P3A ( H. Yoyo) , untuk pelaksanaan pembangunan saluran irigasi akan tetap dilaksanakan dan kegiatan kerja bakti juga akan terus dilanjutkan sampai saluran irigasi terwujud. Adapun untuk waktunya akan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan warganya.

 

Ketua RT 03 RW 06 ( Nono Hermansyah, S.Sos.) menyampaikan, kerja bakti terus dilanjutkan untuk membangun kembali saluran di lokasi longsor serta pengerukan saluran juga harus dilaksanakan. Maksud dan tujuanya, agar lumpur di dalam saluran bisa di angkat ke atas badan jalan. Hingga permukaan air saluran tidak sama dengan badan jalan, jadi jalan harus tinggi dari permukaan air saluran irigasi. Kalau bisa dan di setujui oleh semua pihak, bagaimana untuk pemeliharaan sepanjang saluran itu dibagi tiap RW , seterusnya RW membagi lagi tiap RT, dan dari pihak RT membagi lagi pada tiap Kepala Keluarga yang ada di wilayahnya. Kemungkinan tiap Kepala Keluarga paling 2 ( dua ) meter kebagiannya untuk melaksanakan kerja baktinya. Tutur kata Ketua RT 03 di rumahnya.

 

Sambil menunggu proses pengajuan pembangunan saluran irigasi Sangiang Sri kepada Pihak Pemerintah Kabupaten Sumedang , alangkah baiknya kegiatan gotong royong kerja bakti saluran terus dilaksanakan dan dilanjutkan, sebagai wujud nyata bahwa kita sebagai warga masyarakat bukan hanya menunggu bantuan akan tetapi kelihatan bukti nyata persatuan dan kesatuan antar semua pihak bersatu dalam membangun wilayahnya. ( Asher. Korwil Jawa Barat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *