Pertarungan Dua Kandidat Berakhir, Zulkarnaini Unggul Telak!

 

Aceh Utara, starbpknews.id – Pemilihan Keuchik (Kepala Desa) Gampong Alue Anoe Timu, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, sukses dilaksanakan pada Selasa 29 April 2025. Proses demokrasi tingkat desa ini berjalan lancar dan aman dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Dua kandidat bertarung dalam pemilihan ini, yakni Hamdani (nomor urut 1) dan Zulkarnaini, S.Kom (nomor urut 2). Dari total 470 suara yang masuk, 3 suara dinyatakan rusak. Dari 467 suara sah, Zulkarnaini berhasil meraih kemenangan dengan perolehan 263 suara, mengungguli Hamdani yang memperoleh 204 suara.

Dengan hasil tersebut, Zulkarnaini resmi terpilih sebagai Keuchik Alue Anoe Timu periode 2025–2031. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan berjanji akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Saya siap melayani masyarakat tanpa membedakan pilihan politik. Ini adalah kemenangan seluruh warga Alue Anoe Timu,” ujar Zulkarnaini usai penghitungan suara.

Keuchik sebelumnya, As’adi rusli, turut memberikan ucapan selamat kepada keuchik terpilih dan berharap kesinambungan pembangunan di desa dapat terus dilanjutkan.

“Pemilihan ini adalah wujud kedewasaan demokrasi di tingkat gampong. Saya percaya Zulkarnaini mampu membawa Alue Anoe Timu ke arah yang lebih baik,” ujar As’adi rusli.

Ketua Panitia Pemilihan Keuchik (P2G), Muhammad Dinur, menyampaikan apresiasinya kepada kedua kandidat yang telah berkompetisi secara sportif serta masyarakat yang menjaga ketertiban selama proses pemilihan.

“Kami bersyukur karena seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai jadwal dan lancar. Kedua calon menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Alue Anoe Timu semakin matang dalam berdemokrasi,” kata Muhammad Dinur.

Salah satu masyarakat setempat, juga memberikan apresiasi atas kelancaran proses pemilihan yang dinilainya sangat tertib dan transparan.

“Ini contoh pemilihan yang patut ditiru. Semua pihak menghormati hasil suara, dan masyarakat hadir dengan semangat kekeluargaan. Semoga keuchik baru bisa menjaga kepercayaan ini,” kata salah satu masyarakat setempat.

Pemilihan ini diapresiasi oleh pihak panitia dan tokoh masyarakat karena berlangsung jujur, adil, dan transparan. Proses penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh, warga.

(Muliadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *